Advertisement
KONSERVASI HEWAN : Laut Antartika jadi Kawasan Perlindungan Laut Terbesar
Advertisement
Konservasi hewan di laut Antartika
Harianjogja.com, AMERIKA -- Antartika menjadi rumah bagi pinguin dan paus pembunuh. Kawasan ini menjadi area perlindungan laut terbesar di dunia.
Advertisement
CNN, Jumat (28/10/2016) melaporkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya menayatakan kesepakatan setelah negoisasi selama lima tahun di Hobart, Tasmania.
"Kondisi di sini masih murni. Masih berapakah area di samudra yang masih murni di planet ini?" ranya Manajer Ilmu Pengetahuan Samudra, World Wildlife Fund (WWF), Chris Johnson kepada CNN.
Sebanyak 24 negara di dunia dan Uni Eropa menyetujui secara penuh untuk menyatakan Laut Ross di Antartika sebagai Kawasan Perlindungan Lautan. Kesepakatan ini juga disetujui komisi PBB, Konservasi Laut Antartika.
Berdasarkan data PBB, di kawasan ini hidup 50% dari populasi paus pembunuh ecotype-C (hewan terkecil dari empat tipe Southern Hemisphere orcas), 40% pinguin Adelie dan 25% kerajaan pinguan hidup di area yang tertutup oleh taman baru.
"Data didapatkan dari laboratorium hidup, membantu kita memahami perubahan besar yang terjadi di bumi ini," jelas penelitia Amerika Serikat (AS), David Aninley, satu dari sekian orang yang menyerukan kawasan ini dilindungi.
Butuh Waktu 35 Tahun
Tidak seluruh orang setuju dengan kesepakatan ini. Johnson kepada CNN menyatakan kesepakatan Laut Ross ini berakhir dalam 35 tahun.
"Kami memang antusias mengenai hal ini, kami tak mau ini sekadar jadi contoh untuk perlindungan kelautan lain di area Selatan," terangnya.
Jumlah taman kelautan saat ini mengalami penurunan, Johnson mengatakan setiap negara yang terlibat menyetujui hal ini. Adapun konsesus lengkap perlu dilakukan.
"Proses ini membutuhkan waktu lama dan akan panjang, penuh dengan perdebatan menantang. Saya percaya hal ini menjadi kesepakatan untuk mendapatkan 100 persen konsesus," terangnya.
Johnson kepad WFF akan bekerja keras bersama Kawasan Perlidungan Laut Ross secara permanen.
"Kesepakatan ini menjadi titik kritis untuk keberagaman, bukan hanya sebagai taman kelautan tetapi juga tempat kita membangun perlindungan untuk mengantisipasi perubahan iklim," paparnya.
Diplomasi Speedo
Rusia kembali melakukan pemilihan untuk menangani area perlindungan di lima kawasan sebelum kesepakatan dilakukan.
Juru bicara PBB, memberikan penekannan kepada tokoh lingkungan kelautan UN, Lewis Pugh, yang selama dua tahun terakhir untuk mendapatkan suara dari Rusia.
Dia bahkan berenang di air es di Laut Ross pada 2015 untuk meningkatkan perhatian akan isu lingkungan. Aksi ini dikenal dengan diplomasi speedo.
"Saya sangat senang," terang Pugh. "Laut Ross adalah salah satu tempat paling mengesankan di bumi. Lokasi ini adalah area liar terakhhir yang luar biasa. Semua ini seperti mimpi menjadi nyata."
Menurut juru bicara PBB, Pugh berulangkali ke Rusia untuk membujuk pemerintah setempat melindungi Laut Ross.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Daftar 10 OTT KPK 2026, Pejabat Daerah Berguguran
- Ruang Menteri Ikut Digeledah, Dody Mengaku Tak Tahu Kasusnya
- Pesawat Militer AS Lepas Landas dari Tel Aviv di Tengah Negosiasi Iran
- Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
- Poin Taklimat Prabowo : Soroti Krisis Global, Pertahankan BBM Subsidi
Advertisement
Hasto Luncurkan Penataan Kampung Lampion di Bantaran Code Jogja
Advertisement
Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
Advertisement
Berita Populer
- Siap-siap, Sleman dan Kota Jogja Padam Listrik Mulai Pukul 10.00 WIB
- Penggeledahan Kementerian PU, Kejati Sita 16 Item
- Jadwal KRL Jogja-Solo 11 April 2026, Cek Jam Terbaru
- KRL Solo-Jogja 11 April 2026, Simak Jadwalnya
- Borneo FC Pesta Gol, Hancurkan PSBS Biak 5-1, Pepet Persib di Puncak
- Ini Daftar Pejabat Tulungagung Terkena OTT KPK, Diangkut ke Jakarta
- Film Rumah Ketigaku Soroti Kerentanan Pekerja Migran
Advertisement
Advertisement



