Advertisement
KISAH INSPIRATIF : Anak Alami Penyakit Langka di Wajah, Ini Curhat Sang Orang Tua
Advertisement
Kisah inspiratif mengenai orang tua Natty Tregoning, yang lahir karena sindrom treacher collins.
Harianjogja.com, AUSTRALIA -- Adalah Natty Tregoning. Gadis berusia 7 tahun ini mengalami sindrom treacher collins. Kelainan ini menyerang area wajahnya.
Advertisement
Dikutip dari Dailymail, Rabu (12/10/2016), Natty mengalami kelainan keturunan yang dinamai sindrom treacher collins. Kelainan ini menyerang area wajah, seperti mata, telinga, dagu dan pipi.
Orang tua gadis cilik ini, Mark dan Sue merupakan warga Tasmania, Australia. Kepada Daily Mail, Australia menceritakan kisahnya.
"Ketika Natty berusia tiga bulan, kami kedatangan dua tamu perempuan tua, ketika melihatnya, mereka terlihat jijik," terang Mark.
Lalu mereka berkata,"Jangan khawatir sayang. Operasi dapat memperbaiki segalanya saat ini."
"Lalu ada lagi, saat Natty berusia empat bulan, seorang perempuan menggendong putriku tercinta. Tak lama dia bilang, Apa yang salah dengan wajahnya."
Meskipun Natty tumbuh menjadi gadis kecil yang menjadi sorotan dan banyak omongan keji, tetapi dia tetap seperti anak pada umumnya. Nakal, lincah dan punya banyak teman.
"Dari sini kami mengetahui, anak kecil lebih luwes menerima kondisi Nat, karena mereka lebih terbuka dan jujur dengan pertanyaan. Sekali mereka paham, mereka akan menerima Nat dan bermain bersamanya dengan senang," tambah Mark.
Menurut Mark, jika anak kecil lebih luwes, orang dewasa justru lebih kaku menerima sesuatu yang berbeda.
"Orang dewasa lebih berhati-hati mengenai kondisi Natty dan penampilannya, akhirnya mereka juga ragu-ragu untuk bertanya," paparnya
Ketika Natty baru saja lahir, Mark dan Sue sempat khawatir Natty tak dapat hidup normal seperti anak lain.
"Saya tak dapat membayangkan kehidupan seperti apa yang dimiliki Natty nantinya. Dunia ini tak indah bagi mereka yang terlihat berbeda," papar Sue kepada Kidspot.
"Saya tahu dia cantik, karena dia anak saya, tapi bagaimana saya dapat meyakinkannya?"
Natty saat ini menjalani terapi berbicara, agar dapat berbicara dan berkomunikasi dengan teman-teman sekelasnya menggunakan bahasa isyarat.
Di usia yang ketujuh tahun, Natty berulang kali menjalani operasi. Akhir Desember 2015, dia membutuhkan sebuah bantuan sebuah pipa untuk makan.
Meski tak memiliki kehidupan seperti anak-anak lain, kedua orang tua Natty merasa bersyukur.
"Jika kami memiliki keraguan untuk kehidupan Natty di masa depan, kami cukup melihatnya saat ini, untuk dapat mensyukuri mengenai apa yang telah didapatkannya atau yang tak dapat diraihnya. Kami yakin Natty akan mendapat kehidupan yang terbaik," tegas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bus KSPN Jogja ke Parangtritis dan Baron, Tarif Mulai Rp12.000
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
Advertisement
Advertisement




