Advertisement
KECELAKAAN UDARA : Saat Helikopter Terbang Dari Timur, Ada Pesawat Terbang dari Barat
Advertisement
Kecelakaan udara berupa helikopter jatuh terjadi di Kalasan Sleman.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Helikopter jenis Bell 205 milik Skadron 11/Serbu Pusat Penerbang TNI AD dengan nomor Registrasi HA-5073 jatuh dan menimpa dua rumah warga di Dusun Kowang RT 1 RW 1, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Jumat (8/7/2016) sore. Helikopter membawa enam penumpang, tiga korban dinyatakan meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito, Bantul.
Advertisement
Helikopter yang terbang dari Bandara Adisumarmo Boyolali, Jawa Tengah, dalam misi pengamanan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut membawa enam penumpang. Lima di antaranya merupakan kru pesawat sementara satu orang merupakan warga sipil.
Tiga korban meninggal dunia di antaranya Kopilot Letda Cpn Angga Juang, Serda Sirait, dan Fransiska Nila Agustin seorang warga sipil. Sedangkan tiga penumpang lain dalam kondisi luka-luka adalah Kapten Titus Benediktus Sinaga, Serka Rohmad, dan Kopda Sukoco.
Menurut informasi di lapangan, ada kemungkinan helikopter jatuh karena menghindari pesawat yang sedang take off dari Bandara Adisutjipto. Seorang saksi mata yang juga merupakan warga Kowang, Mila, 17, mengatakan saat helikopter terbang dari arah timur, secara bersamaan ada pesawat dari arah barat.
"Untung nggak tabrakan. Tiba-tiba helikopternya kok makin miring ke kiri, semakin bawah, akhirnya bluk, jatuh. Saya teriak langsung tetangga pada keluar," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Lewat Borobudur dan Kota Lama
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
Advertisement
Advertisement




