PENDAFTARAN SISWA BARU : Di Gunungkidul, Jurusan Kelautan dan Perikanan Kurang Diminati

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoSejumlah calon siswa menjalani pengukuran tinggi badan saat mendaftar di SMK Negeri 6 Yogyakarta, Rabu (01/07 - 2015). Di sekolah kejuruan yang memiliki tujuh jurusan dan empat keahlian itu akan menerima 416 siswa baru, 103 diantaranya telah terseleksi melaui jalur Kartu Menuju Sejahtera (KMS). Pendaftarasn siswa baru digelar hingga 3 Juli 2015.
30 Juli 2015 22:20 WIB David Kurniawan News Share :

Pendaftaran siswa baru di SMKN 1 Tanjungsari Gunungkidul tak memenuhi kuota. Jurusan minat khusus kurang diminati

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Masa Orientasi Siswa Baru di SMK Negeri 1 Tanjungsari hanya diikuti oleh 84 murid, padalah kuota yang tersedia mencapai 120 anak. Sejak didirikan pada 2005 lalu, sekolah ini terus kekurangan siswa didik.

Meski terus kekurangan murid, pihak sekolah bersikeras tidak akan merubah jurusan yang ada. Pasalnya, SMK ini tetap fokus terhadap minat khusus, yakni perikanan dan kelautan.

“Kami tidak akan membuka kelas baru di luar jurusan kelautan dan perikanan meski sekolah kami akan kekurangan peminat. Kami juga tidak hanya mencari siswa, karena yang dicari merupakan lulusan yang terbaik,” kata Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tanjungsari Sudiyarto kepada Harian Jogja, Rabu (29/7/2015).

Menurut dia, saat ini masih dalam proses perjuangan, sehingga kekurangan siswa didik merupakan hal yang lumrah. Hanya saja, Sudiyarto pun yakin sekolahnya tersebut dapat berkembang sehingga bisa menarik minat para siswa di suatu saat nanti.

Keyakinan Sudiyarto tidak lepas adanya program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang akan terus mengembangkan pangsa kerja di sektor kemaritiman. Terlebih lagi, di sektor ini saat sekarang membutuhkan tenaga kerja mencapai 195.000 orang.

“Pangsanya sangat terbuka lebar, karena 96% lulusan kami bisa terserap di dunia kerja. Bahkan di antara mereka, sebanyak 75 alumni bekerja di luar negeri dengan bayaran yang tinggi,” tuturnya.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat sekolahnya kekurangan peminat. Salah satunya calon siswa sudah takut dengan cara belajar yang menerapkan semi militer. “Pada saatnya nanti, para siswa akan merasakan manfaatnya saat bekerja. Apalagi kondisi di laut sangat cepat berubah,” ujarnya.

Sementara itu, di sisi lain, daya juang nelayan di pesisir Gunungkidul ikut memberikan andil sehingga anak-anak mereka enggan menjadi pelaut.

“Bagaimana mau maju, wong nelayannya hanya menangkap ikan selama sehari saja. Padahal untuk mendapatkan hasil yang baik minimal mereka harus berlayar selama satu minggu,” ungkapnya.

Kondisi seperti inilah yang turut mempengaruhi antusias siswa untuk mengambil jurusan kelautan. Guna menarik minat para siswa, sambung Sudiyarto, pihaknya sudah menyosialisasikan ke 63 sekolah di Gunungkidul. Namun faktanya, dari 120 kuota yang tersedia hanya ada 84 pendaftar.

“Kami juga sudah sosialisasikan ke perkampungan nelayan, tapi anak-anak mereka tidak mau sekolah di sini. Jika dilihat dari jumlah, tahun ini sudah bagus karena pencapaian ini merupakan yang paling banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Bahron Rosyid menegaskan mendukung penuh kebijakan yang diambil pihak SMK Negeri 1 Tanjungsari. Dia beralasan, sekolah ini merupakan jurusan minat khusus, sehingga butuh perlakuan khusus pula.

“Tidak masalah meski kekurangan murid, karena baru tahap merintis. Nanti kalau sudah jadi, pasti akan banyak diincar para siswa,” ujarnya.