KAMPUS JOGJA : AHC UGM Rintis Layanan Terintegrasi Lima Rumah Sakit

23 Maret 2015 16:20 WIB Mediani Dyah Natalia News Share :

Kampus Jogja, UGM merintis layanan 5 RS yang terintegrasi.

Harianjogja.com, SLEMAN – Academic Health Center (AHC) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) merintis kerja sama dengan lima rumah sakit di DIY dan Jateng. Kelima rumah sakit yang disebutkan itu adalah RS UGM, RSUP Dr. Sardjito, RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro, RSPAU Dr. Hardjolukito dan RSUD Banyumas.

Ketua AHC Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM), Budi Mulyono mengatakan kerja sama antar rumah sakit jejaring ini diharapkan dapat membentuk model baru sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang terintegrasi.

“Kita harapkan adanya keterpaduan dalam hal organisasi, penelitian, dan mengatasi kebutuham akan teknologi kesehatan dan SDM,” kata Budi seperti rilis yang Harianjogja.com terima Senin (23/3/2015).

Keterlibatan rumah sakit dalam integrasi pelayanan rumah sakit jejaring ini memungkinkan AHC FK UGM
melakukan pendataan terkait dengan perkembangan teknologi dan kualitas SDM serta penelitiaan obat-obatan tertentu.

“Ada lembaga seperti AHC yang mengkaji semuanya. Jadi rumah sakit bisa mengadopsi teknologi kesehatan terkini yang diperlukan,” ujarnya.

Dikatakan mantan Dirut RSUP Dr Sardjito ini, model kerja sama antar rumah sakit yang difasilitas AHC baru terbentuk di Indonesia. Meski belum memiliki payung hukum yang kuat, kata Budi, pemerintah berencana akan membentuk 7 Academic Health System (AHS) yang tersebar di seluruh Indonesoa. Dari setiap AHS ini membawahi sekitar minimal 10 rumah sakit.

“Saat ini baru ada tiga, selain FK UGM, ada di FKUI dan FK Unhas,” katanya.

Berbeda dengan di Amerika Serikat, pusat pengkajian pendidikan kesehatan masyarakat ini sudah berdiri sejak 1960-an namun baru berkembang mulai tahun 90-an. Tercatat ada 100 lebih AHS di Amerika. Adapaun di Belanda, terdapat 75 AHS.

“Itupun butuh 15 tahun bisa terbentuk dengan baik,” katanya.