UAJY Ajak Mahasiswa Terjun ke Pasar Modal

14 Maret 2015 12:40 WIB Arief Junianto News Share :

UAJY (Universitas Atma Jaya Yogyakarta) mengajak mahasiswa terjun ke pasar modal melalui kegiatan Kompetisi Pengetahuan Pasar Modal Nasional 2015

Harianjogja.com, SLEMAN-Mengenalkan pasar modal kepada mahasiswa adalah jalan paling efektif untuk menyosialisasikan bisnis yang identik dengan saham itu.

Setidaknya, dengan begitu, mahasiswa sebagai agent of change bisa menjadi pemain aktif di bisnis pasar modal.

Terbukti, melalui acara bertajuk Kompetisi Pengetahuan Pasar Modal Nasional 2015 yang digelar 11-14 Maret 2015, Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bermaksud mencari sumber daya manusia yang unggul di bidang pasar modal.

Melalui acara tersebut KSPM memang ingin mendidik mahasiswa untuk tidak hanya belajar mengenai pasar modal saja. Lebih dari itu, mereka juga dibiasakan untuk turut aktif di dalamnya.

"Selain tentu saja sebagai ajang silaturahmi di kalangan mahasiswa pegiat pasar modal," ucap Robertus Andrianto Serin, Ketua Panitia saat ditemui di lokasi acara, Auditorium Gedung Bonaventura UAJY, Jumat (13/3/2015) pagi.

Ia mengakui, acara tersebut pada dasarnya merupakan babak final setelah pada 20 Desember 2014-8 Januari 2015 lalu pihaknya menggelar pre-cast. Dalam tahap itu, sebanyak 47 tim dari 27 universitas se-Indonesia terlibat sebagai peserta yang kemudian terseleksi menjadi 16 tim.

"Nantinya ada enam tim yang akan lolos ke babak grand final yang akan kami gelar pada 14 Maret 2015 mendatang," ucapnya.

Kompetisi itu akan digelar dalam tiga tahap, yakni uji teori berupa pilihan ganda dan crossword, praktik trading saham, dan debat serta grand final.

Pada intinya ada beberapa hal yang menjadi materi utama dalam kompetisi tersebut, yakni pengetahuan tentang saham, obligasi, dan sejarah serta istilah dalam pasar modal.

Dalam kesempatan itu pihaknya juga menggelar workshop sebagai pembekalan kepada para peserta. Untuk itu, mereka menghadirkan Pimpinan Redaksi Harian Jogja Aditya Noviardi sebagai pembicara.

Dalam materi yang disampaikannya, Aditya Noviardi mencoba mengaitkan antara krisis kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan kondisi pasar modal kini.

Dikatakan dia, industri pasar modal dan keuangan termasuk industri yang cukup menjanjikan di era Presiden Joko Widodo meski kurs rupiah melemah. Menurutnya optimisme pasar juga tetap terjaga di era Joko Widodo.

Salah satu bukti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total nilai indikatif penawaran umum dan penerbitan obligasi dari perusahaan hingga Kamis (12/3) lalu telah mencapai angka Rp10, 07 triliun.