Ponpes Ad Dhuha Hapus Kesan Santri Garis Keras

Santri Pondok Pesantren Baitul Mustofa, Kedungtungkul, Mojosongo, Solo mengikuti Zikir Padang Bulan di halaman depan sekolah mereka, Sabtu (12/7/2014) malam. Kegiatan tersebut rutin dilakukan pada saat bulan purnama di bulan Ramadan. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI - Solopos)
27 Januari 2015 08:20 WIB News Share :

Ponpes Ad Dhuha tanamkan pendidikan agama plus jiwa enterpreneur.

Harianjogja.com, BANTUL - Jika selama ini aliran garis keras terkesan dengan produk pondok pesantren (ponpes) namun tidak demikian halnya di Yayasan Ad-Dhuha di Padukuhan Bungsing, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Bantul. Ponpes diprakarsai para pengusaha sukses di Bantul sengaja mendidik santri agar memiliki karakter dan jiwa enterpreneur.

Pengasuh Ponpes Ad Dhuha Muhtarom mengatakan ponses baru yang dikelola menyiapkan santri agar memiliki jiwa kewirausahaan dengan iman agamis yang tangguh. Pendiri dan pemilik yayasan yang menaungi ponpes ini akan tegas menolak calon santri yang tidak mau mengembangkan jiwa kewirausahaan atau ingin mengembangkan aliran islam garis keras.

"Ponpes ini baru dan tetap menanamkan nilai-nilai luhur cinta pada tanah air bangsa Indonesia dan pancasila. Ponpes ini tidak menyiapkan santri garis keras," katanya ditemui Harianjogja.com, usai pelantikan pengurus Yayasan Ad Dhuha, Senin (26/1/2015).

Menurut Muhtarom ada beberapa keunggulan ditanamkan ponpes yang baru menerima piagam Kementerian Agama yakni jiwa wirausahawan yang ditanamkan sejak usia dini. Bahkan seluruh santri mendapatkan kesempatan langsung magang usaha ke sejumlah dunia usaha milik pengurus yayasan Ad Dhuha.

Menurut dia, jiwa enterprenuer ditanamkan dengan dasar-dasar agama islam. Tujuannya, agar para santri memiliki ajaran islam yang tangguh dengan karakter kejujuran usaha untuk masa depan nanti.

Pelantikan pengurus yayasan Ad Dhuha sendiri dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Desa Guwosari dan Bupati Bantul Sri Surya Widati yang secara khusus menyerahkan bantuan santunan Rp2 juta untuk membantu santri membantu pendidikan di ponpes.