New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Kurikulum 2013 dihentikan, buku ajar KTSP sebagian rusak dan materi belum tentu dapat diunduh melalui website.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Keputusan untuk kembali ke Kurikulum 2006 ternyata tak luput dari masalah. Buku ajar siswa kondisinya memprihatinkan, selain sudah banyak yang rusak, sebagian juga ada yang hilang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Harianjogja.com, Minggu (25/1/2015), sejak diputuskan untuk menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran (KTSP) 2006, kegiatan belajar mengajar belum maksimal. Selama dua hari (Jumat-Sabtu) diisi dengan kegiatan olahraga dan kebersihan. Sedang, pembelajaran baru sebatas pengenalan.
Salah seorang guru Sekolah Dasar di Wonosari Bayu Prihartanto mengatakan penerapan kembali Kurikulum 2006 tidak lepas dari masalah. Sama seperti penerapan Kurikulum 2013, buku ajar menjadi kendala utama.
“Hampir sebagian besar buku telah rusak dan tidak layak pakai. Ada juga buku yang hilang, dampaknya setelah adanya pemeberitahuan kembali ke kurikulum lama proses KMB belum maksimal, karena baru diisi kegiatan bersih-bersih dan olahraga. Kalau untuk Kurikulum 2013 kita bisa mengunduh di laman Dinas Pendidikan. Sedang untuk KTSP 2006 kita mau mengunduh kemana? Padahal buku-buku itu penting untuk KMB,” kata Bayu saat ditemui di rumahnya, kemarin.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Sekolah SD Candi Baru Karangmojo Theresia Trisnawati. Menurut dia, jumlah buku yang ada tidak mencukupi untuk seluruh siswa, padahal buku-buku itu penting untuk proses belajar KTSP 2006. Secara prinsip tidak ada permasalahan untuk kembali ke Kurikulum 2006. Sebab, proses pembelajaran sudah dimulai sejak adanya instruksi untuk kembali ke kurikulum lama.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Bahron Rasyid tidak menampik, penerapan kembali KTSP 2006 juga mengalami kendala, terutama berkenaan dengan buku ajar. Namun, kata dia, untuk penerapan kurikulum lama para siswa tidak diharuskan memiliki pedoman buku itu.
“Masalah yang ada tetap kita tampung, dan akan segera dicari jalan keluarnya. Tapi, untuk pemenuhan buku, sampai sekarang, saya belum tahu apakah akan ada pengadaan buku Kurikulum 2006 atau tidak,” aku dia.
Bahron menambahkan di awal-awal penerapan Kurikulum 2006 sempat ada buku elektronik, yang bisa diunduh sebagai bahan pembelajaran. Namun, saat ini dia mengaku belum mengecek apakah buku tersebut masih ada di laman Kementerian Pendidikan atau tidak.
“Kalau dulu bisa diunduh, tapi untuk saat ini belum tahu, apakah masih bisa,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Joshua Zirkzee mencetak gol penentu kemenangan Belanda 2-1 atas Serbia pada UEFA Nations League di Phillip Stadion, Eindhoven.
Undip dan ITS meraih total empat gelar juara KMHE 2026 di Unej. Simak daftar lengkap pemenang delapan kelas kompetisi.
Manunggal Fair Kulonprogo 2026 digelar tanpa APBD dan melibatkan 125 UMKM lokal. Pengunjung hingga hari ketujuh melampaui 100 ribu orang.
Lionel Messi akan menjalani laga terakhir bersama Argentina melawan Benin. Lionel Scaloni memprediksi momen itu sangat emosional.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis tersedia enam kali sehari dengan tarif Rp12.000. Simak jadwal pergi dan pulang selengkapnya.