KEBAKARAN SLEMAN : Begini Kronologi Kebakaran Pasar Gayamharjo

Sisa-sisa puing bangunan empat kios Pasar Gayamharjo, Prambanan saat terbakar Senin (5/1/2015) sore. (JIBI/Harian Jogja - Humas Polsek Prambanan)
07 Januari 2015 07:20 WIB Sunartono News Share :

Kebakaran Sleman, tepatnya di Pasar Gayamharjo terjadi lantaran api yang menyambar dari tungku masak di Sleman.

Harianjogja.com, SLEMAN-Kapolsek Prambanan Kompol Khundori menjelaskan berdasarkan hasil Olah Tempat Kejadian Perkaran (TKP) api berasal dari kios milik Agus Triyanto.

Saat itu istrinya, Kristina Widiyati, 32, tengah memasak air di dalam kios menggunakan tungku dan kayu bakar. Akantetapi saat proses memasak itu dilakukan, ia justru meninggalkan kios untuk mencari Bunga Semboja yang berada di belakang kios. Menurut keterangan Kristina, kata Khundori, dirinya meninggalkan kios itu tidak sampai lima menit. Kemudian muncul asap dari dalam kios.

"Setelah ditengok ternyata api tempat memasak air sudah merembet ke dinding yang terbuat dari anyaman bambu. Lalu api membesar dan membakar kios di dekatnya dan minta tolong warga," ungkap dia, Selasa (6/1/2015).

Kios milik Agus Triyanto yang merupakan warga Jalan Jali RT 10 RW 04 Gayamharjo, Prambanan itu berada di sisi selatan selatan nomor empat. Kebetulan kios tersebut dimanfaatkan sebagai dapur. Selain milik Agus, dua kios lain yang terbakar adalah milik Sardi Wiyono, 55, yang juga warga Jali, Gayamharjo. Kiosnya terletak di sisi utara nomor satu dan dua. Kedua kios itu berisi barang dagangan seperti buah-buahan, sayuran dan sembako serta sejumlah uang penjualan. Hasil penghitungan sementara Sardi menderita kerugian barang dagangan sebesar Rp30 Juta.

Kemudian satu kios lagi yang terbakar adalah milik Lasyanto, 42, yang tercatat sebagai warga Jali RT 12 RS 04 Gayamharjo. Satu kios berada di tengah nomor tiga berisi sembako dan uang Rp7 Juta ludes tak tersisa. Lasyanto menderita kerugian barang dagangan Rp20 Juta.

"Kami mengamankan barang bukti sebuah tungku untuk memasak dan panci dengan tinggi sekitar 40 sentimeter," ungkapnya.

Saat disinggung mengenai ganti rugi, Sugiyanto menegaskan belum ada pembahasan lebih lanjut terkait hal tersebut. Karena kejadian itu merupakan musibah. Pasar itu merupakan pasar desa para pedagang menyewa kios tersebut. Tetapi pihaknya bersyukur masih dapat menyelamatkan lebih dari 20 kios dari kobaran api.

"Total sebenarnya ada 28 kios dan los. Sebagian besar disewa oleh orang lokal," imbuhnya.