Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Harianjogja.com, JOGJA – Universitas Gadjah Mada, Pemerintah DIY, dan Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan membuka peluang kerjasama dalam mendorong pembangunan ekonomi pedesaan. Kerjasama yang terjalin lebih fokus untuk melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Konsep pembangunan masyarakat desa ini mengkombinasikan konsep pembangunan masyarakat pedesan Korea yang dikenal dengan Saemaul Undong dengan budaya gotong royong yang ada di Indonesia.
“Ini praktek baik dalam pembangunan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya dalam pembangunan masyarakat desa,“ ujar Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset Budi Santoso Wignyosukarto pada seminar dan workshop peningkatan kerja sama UGM, Pemda DIY dan Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-do dalam implementasi Saemaul Undong di DIY, Selasa (4/11/2014).
Acara itu sekaligus dihadiri Wakil Gubernur DIY Sri Paku Alam IX dan Wakil Gubernur Gyeongsangbuk-do, Lee In Seon.
Budi WS, demikian ia akrab disapa, menegaskan, konsep pembangunan Saemaul Undong yang ada di Korea pada prinsipnya hampir sama dengan konsep pembangunan gotong royong.
Kendati demikian, menurut dia, semangat pembangunan gotong royong saat ini makin luntur akibat pemerintah sebelumnya lebih menekankan pembangunan berorientasi pertumbuhan ekonomi.
“Pembangunan kita selama ini hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi dari eksploitasi sumber daya alam tanpa meningkatkan nilai tambah,” tuturnya.
Berbeda dengan di Korea, kata Budi, konsep Saemaul Undong adalah sebuah gerakan masyarakat dalam ikut serta berpartisipasi dalam pembangunan infrasruktur pedesaaan.
Lee In Seon dalam sambutannya mengatakan, kerjasama Gyeongsangbuk-do dengan UGM merupakan tindak lanjut dari ditandatangninya perjanjian kerja sama dengan Pemda DIY pada 2005 silam.
“Bidang pertanian dan perikanan yang akan diutamakan,” katanya.
Selain itu, katanya, kerjasama tripartit ini akan membina pelaku usaha kecil dan menengah di DIY dalam memproduksi dan memasarkan produk yang berorientasi ekspor sehingga mampu meningkatkan daya saing.
Dalam kesempatan itu, Lee juga menegaskan dirinya akan menjembatani kerjasama lebih intensif antar perguruan tinggi. Dia menyebutkan Gyeongsangbuk-do terdapat 37 perguruan tinggi dengan 370.000 mahasiswa.
“Banyak riset unggulan yang bisa dikerja samakan,” ujarnya.
Sementara Sri Paku Alam IX mengatakan realisasi kerja sama DIY dengan Gyeongsangbuk-do dimulai dengan program pembangunan pedesaan di daerah Kabupaten Gunungkidul. Kerjasama semacam ini diharapkan nantinya bisa memperkecil kesenjangan ekonomi antara masyarakt desa dan kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
KRI Sriwijaya-100 resmi dikukuhkan Panglima TNI Agus Subiyanto setelah Merah Putih berkibar di atas kapal induk di Tanjung Priok.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Timnas Indonesia dinilai punya keuntungan di FIFA ASEAN Cup 2026 karena bisa menurunkan skuad penuh dan berstatus tuan rumah.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.