KENAIKAN HARGA BBM : Warga Miskin Minta BLSM Rp10.000 Per Hari

One hundred thousand rupiah notes are seen through a magnifying glass in this photo illustration taken in Singapore, in this file picture taken March 14, 2013. Banks in Singapore are stubbornly against adopting domestically set reference rates for derivative contracts in the Indonesia rupiah, despite preparing to drop their own rate fixing for the Malaysian ringgit and Vietnamese dong. To match Analysis MARKETS-INDONESIA/FIXING REUTERS/Edgar Su - Files (SINGAPORE / Tags: BUSINESS)
22 Juni 2013 12:31 WIB Redaksi Solopos News Share :

[caption id="attachment_418566" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/22/kenaikan-harga-bbm-warga-miskin-minta-blsm-rp10-000-per-hari-418565/uang-rupiah-ilustrasi-reuters-16" rel="attachment wp-att-418566">http://images.harianjogja.com/2013/06/uang-rupiah-ilustrasi-reuters7-370x256.jpg" alt="" width="370" height="256" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Harian Jogja/Reuters[/caption]

JAKARTA-Warga miskin di kawasan Cengkareng meminta pemerintah meningkatkan pemberian danahttp://www.harianjogja.com/baca/2013/06/22/kenaikan-harga-bbm-banyak-warga-kecele-haryadi-minta-sosialisasi-blsm-diperbaiki-418544" target="_blank"> Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM)  menjadi Rp10.000 per hari untuk setiap rumah tangga sasaran guna meringankan beban masyarakat.

Beberapa warga miskin yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga dan pemulung di kawasan Cengkareng meminta pemerintah untuk meningkatan besaran dana bantuan langsung sementera bagi warga miskin.

"Ini [BLSM] nggak cukup karena keluarga banyak ada 6 orang. Suami hansip dan gaji hanya Rp500.000 per bulan," ujar Musnah seorang warga miskin saat ditemui di Kantor Pos Cengkareng, Sabtu (22/6/2013).

Musnah menilai pemerintah sebaiknya memberikan subsidi Rp10.000 per hari sehingga dapat digunakan untuk biaya siswa sekolah dari keluarga tidak mampu.

Saat ini pemerintah hanya menyalurkan dana bantuan langsung sementara Rp300.000 per rumah tangga sasaran dan dialokasikan untuk waktu dua bulan.

"Pengennya Rp10.000 per hari. Jadi Rp6.000 untuk jajan anak-anak di sekolah dan Rp4.000 untuk ongkos sekolah," katanya.

Dia menambahkan pemberian dana bantuan langsung sementara Rp300.000 untuk periode selama dua bulan sejak Juni hingga Juli 2013 tidak signifikan membantu masyarakat miskin karena harga bahan pokok tetap naik.

Menurutnya pemerintah juga harus mengontrol harga sembako di sejumlah pasar setelah naiknya harga bahan bakar minyak sejak 22 Juni 2013 sehingga tidak menambah beban masyarakat miskin.

"Kami minta sembako juga turun. Karena pendapatan kami juga tetap. Saya bantu nyuci dan gosok di perumahan," katanya.