Pasang Spanduk Tolak BBM, PKS Ditantang Pasang Tolak Korupsi

05 Juni 2013 09:13 WIB Redaksi Solopos News Share :

[caption id="attachment_412929" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/05/pasang-spanduk-tolak-bbm-pks-ditantang-pasang-tolak-korupsi-jakarta-menkum-amir-syamsuddin-yang-juga-anggota-dewan-pembina-partai-demokrat-pd-menyindir-partai-keadilan-sejahtera-pks-amir-melih-412928/spanduk-pks-antara" rel="attachment wp-att-412929">http://images.harianjogja.com/2013/06/SPANDUK-PKS-antara.jpg" alt="" width="314" height="217" /> Foto Spanduk PKS
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]

JAKARTA-Menkum Amir Syamsuddin yang juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) menyindir Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Amir melihat langkah PKS yang berani menyebar spanduk menolak kenaikan BBM tak elok. Amir menantang agar PKS juga berani memasang spanduk antikorupsi.

"Kita tunggu PKS tidak hanya menyebar atau memasang pamflet menentang kenaikan BBM tetapi juga pamflet antikorupsi," terang Amir dalam pernyataannya, Rabu (5/6/2013).

Sindiran Amir ini terkait isu kasus korupsi yang menyerang PKS. Partai ini tengah dirundung isu dugaan korupsi sapi impor yang menyeret mantan presiden PKS Luthfi Hasan.

"Agar masyarakat tidak menilai PKS berkepribadian ganda," tuturnya.

PKS memang satu-satunya anggota partai koalisi yang menentang kenaikan BBM. PKS menyebar spanduk penolakan itu di sudut-sudut jalan di Jakarta.

Dalam spanduk yang disebar itu tertulis sikap PKS yang menolak BBM naik. Di spanduk ada juga gambar Presiden PKS Anis Matta.

 Simak berita selengkapnya : http://digital.solopos.com/file/05062013/">http://digital.solopos.com/file/05062013/