Advertisement
Anis Matta Dinilai Tengah Bermain Drama
Advertisement
http://images.harianjogja.com/2013/02/pks_logo13-232x310.jpg" alt="" width="232" height="310" />JAKARTA —- Presiden PKS Anis Matta dituduh tengah melakukan drama politik. Alasannya? Anis mengatakan PKS tengah menghadapi konspirasi politik atas ditetapkannya Luthfi Hasan Ishaq sebagai tersangka dugaan suap impor daging sapi.
Pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya menyayangkan pernyataan Presiden PKS Muhammad Anis Matta, bahwa PKS menghadapi konspirasi besar.
Advertisement
“Pernyataan Anis Matta tersebut terkesan menuduh apa yang dilakukan KPK terhadap mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan, adalah konspirasi,” kata Yunarto Wijaya, Jumat (1/2/2013).
Menurut dia, dalam persoalan hukum tidak bisa menafikan kerja KPK sebelum ada pembuktian fakta-fakta hukum di pengadilan.
Namun dari pendekatan politik, pernyataan Anis Matta yang ekspresif, menurut dia, merupakan drama politik untuk meningkatkan citra partai.
”Pernyataan yang disampaikan Anis Matta, seperti psikologi politik untuk menggugah kader dan simpatisan agar tetap memiliki persepsi positif kepada PKS,” katanya.
Menurut Yunarto, sebagai salah satu partai politik besar yang berada di parlemen, PKS harus segera melakukan langkah pemulihan untuk mempertahankan citra dan kepercayaan publik.
Langkah tersebut, menurut dia, melakukan konsolidasi internal serta bekerja keras dengan menunjukkan karya nyata kepada publik daripada menuduh adanya konspirasi besar tanpa disertai bukti-bukti.
Sebelumnya, Presiden PKS yang baru ditetapkan, Muhammad Anis Matta, menegaskan, PKS menghadapi konspirasi besar. (Antara/nj)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tabrak Truk yang Putar Balik, Pengendara Motor Tewas di Gamping Sleman
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement




