Indonesia dan Rusia Teken MoU Soal 5G, IoT Hingga Kebijakan Internet Inklusif
Indonesia dan Rusia menekan nota kesepahaman (MoU) untuk bekerja sama dalam pengembangan jaringan 5G, Internet of Things (IoT), tata kelola spektrum frekuensi r
Menkominfo Rudiantara/Bisnis.com-Muhammad Ridwan
Harianjogja.com, JAKARTA--Peningkatan trafik data di sejumlah ruas tol yang baru dibangun diperkirakan tidak terlalu signifikan.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memperkirakan sejumlah kota yang sekadar dilalui oleh pemudik pada tahun ini cenderung mengalami penurunan lalu lintas data jika dibandingkan dengan tahun lalu. Penyebabnya adalah arus mudik yang lebih lancar pada tahun ini.
Adapun kenaikan lalu lintas data, lanjutnya, mayoritas terjadi di sejumlah titik kota tujuan pemudik. Hanya saja Rudiantara belum dapat menyebutkan jumlah peningkatan tersebut.
“Katakanlah dari Jakarta ke Semarang, dahulu mungkin butuh waktu 10 -12 jam. Sekarang enam jam sudah sampai di kota tujuan, artinya trafiknya bukan di tol tapi di kota tujuan” kata Rudiantara di Jakarta beberapa waktu lalu.
Meski demikian, sambung Rudiantara, hadirnya sejumlah ruas tol baru seperti Trans Sumatera dan Trans Jawa mendorong operator seluler untuk memperluas cakupan jaringannya pada liburan Lebaran tahun ini.
Pada lebaran tahun ini, operator seluler masih memanfaatkan Mobile base transceiver stasion (Mobile BTS) untuk memberikan layanan kepada para pelanggan sambil menunggu perizinan membangunan BTS tetap rampung di pemerintah daerah setempat.
“Ini karena tol baru jadi harus bawa puluhan Mobile BTS. Ini solusi sementara yang diberikan oleh operator seluler karena ini yang pertama kali dibuka,” kata Rudiantara.
Rudiantara mengakui saat ini kualitas layanan yang diberikan operator seluler dengan Mobile BTS di sejumlah ruas tol seperti di tol Jakarta- Surabaya belum optimal 100 persen.
Berdasarkan laporan yang diterima, dari seluruh ruas tol Jakarta- Surabaya, sebesar 70% dari ruas tol telah mendapat layanan yang prima, 25% dari ruas tol memiliki layanan yang memadai dan sisanya 5 persen dari ruas tol masih perlu diperbaiki.
Tidak hanya itu, kata Rudiantara, sejumlah ruas tol yang baru difungsikan, saat ini juga kurang didukung oleh stabilitas listrik yang memadai sehingga berdampak pada kinerja Mobile BTS yang dibawa oleh operator seluler berkurang.
“Mobile BTS bergantung pada cadangan baterai yang dibawa dan genset. Baterai biasanya hanya bertahan 4 jam, sedangkan genset tergantung pasok solar yang dibawa,” kata Rudiantara.
Diketahui, total jarak tempuh dari Jakarta ke Surabaya jika melewati tol diperkirakan mencapai mencapai 760 kilometer. Adapun ruas tol Trans Sumatera yang saat ini telah beroperasi diketahui mencapai 278 kilometer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Indonesia dan Rusia menekan nota kesepahaman (MoU) untuk bekerja sama dalam pengembangan jaringan 5G, Internet of Things (IoT), tata kelola spektrum frekuensi r
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Transformasi ekonomi di DIY dan Jawa Tengah dinilai tidak sepenuhnya menggeser akar budaya lokal.
Jelang Iduladha 2026, Dispertapang Kulonprogo perketat pengawasan hewan kurban. PMK nol kasus, namun ancaman penyakit lain tetap diwaspadai.
PN Tipikor Bengkulu vonis bebas 4 terdakwa kasus korupsi lahan tol. Hakim sebut tidak ada unsur melawan hukum.
Simak jadwal lengkap SPMB SMA/SMK DIY 2026, kuota jalur, hingga tahapan pendaftaran. Pastikan tidak terlewat!