Fantastis, Harga Cabai Lalapan di Wonogiri Capai Harga Tertinggi dalam Sejarah
Harga cabai rawit hijau botol atau cabai lalapandi pasar tradisional Wonogirinaik hingga mencapai Rp50.000/kg sejak sepekan lalu.
Kereta Wisata Hutan Kaki Gandul mengelilingi kawasan Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri saat malam takbiran, Selasa (4/6/2019). (Solopos-Rudi Hartono)
Harianjogja.com, WONOGIRI - Gema takbir dari Masjid Agung At Taqwa berkumandang tanpa henti memenuhi kawasan Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri depan Sekretariat Daerah (Setda), Selasa (4/6/2019). Di luar masjid warga menikmati malam menjelang Idulfitri dengan menyantap bakso bakar, bakso goreng, makan di hik, atau bermain bersama anak-anak mereka di alun-alun.
Tak lama Kereta Wisata Hutan Kaki Gandul yang penuh warna muncul. Suara takbir berkumandang dari pengeras suara di kereta wisata yang diberi ornamen singa itu. Suaranya yang keluar dari pemutar musik itu enak didengar. Anak-anak bersama orang tua yang telah menunggu sejak beberapa lama sebelumnya bergegas menaikinya.
Setelah semua menyerahkan biaya tiket Rp5.000/orang, Sule, 50, mengoperasikannya mengelilingi alun-alun lalu ke jalan lainnya di sekitar alun-alun. Kereta berkeliling kota selama lebih kurang 15 menit. Selama itu pula takbir terus berkumandang seolah mengajak para penumpang dan orang-orang yang dilewatinya ikut bertakbir.
Sule mengatakan malam itu spesial karena bertepatan dengan malam takbiran. Oleh karena itu pengelola kereta wisata berinisiatif memutar suara takbir. Cara itu bagian dari upaya pengelola untuk mengumandangkan kebesaran Allah SWT sekaligus mengajak warga turut bertakbir. Pada hari normal pengelola biasanya memutar lagu anak-anak.
“Menjemput rezeki sambil beribadah,” kata Sule saat ditemui JIBI/Solopos di dekat alun-alun.
Dia menceritakan Kereta Wisata Hutan Kaki Gandul beroperasi khusus malam hari sejak lebih kurang enam bulan lalu. Setiap beroperasi kereta selalu ramai penumpang, karena alat yang dikendalikan sepeda motor itu merupakan satu-satunya kereta wisata yang beroperasi di alun-alun. Kereta berkapasitas 10 orang dengan tempat duduk dibuat berundak.
“Suara yang diperdengarkan kepada penumpang menyesuaikan kondisi. Kalau pas malam Tahun Baru biasanya kami memutar lagu anak-anak yang sedang tren. Pas Natal biasanya memutar lagu terkait Natal. Sama halnya seperti saat malam takbiran hari ini,” ulas Sule.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Harga cabai rawit hijau botol atau cabai lalapandi pasar tradisional Wonogirinaik hingga mencapai Rp50.000/kg sejak sepekan lalu.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.