OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Eddie Baskoro Yudhoyono berdiri di dekat jenazah almarhumah Ibu Ani Yudhoyono ketika disemayamkan, di Kedutaan Besar Indonesia, di Singapura, Sabtu (1/6/2019). /Antara-M N Kanwa
Harianjogja.com, JAKARTA- Perjalanan hidup almarhum ibu negara Ani Yudhoyono banyak dikenang masyarakat.
Menjadi seorang ibu negara, tentu tidak bisa melakukan berbagai kegiatan pada umumnya seperti berbelanja di tengah pasar. Namun, aturan tersebut didobrak oleh Ani Yudhoyono, istri Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.
Ia mengakui pernah menyamar menjadi masyarakat biasa agar bisa berbelanja di Malioboro, Yogyakarta.
Hal tersebut diceritakan oleh Ani Yudhoyono melalui buku yang ditulisnya sendiri berjudul 10 Tahun Perjalanan Hati.
Saat masih menjadi ibu negara, Ani Yudhoyono mengakui pernah melakukan penyamaran bersama sang calon menantu Aliya Rajasa, demi bisa berbelanja di Malioboro seperti masyarakat pada umumnya.
"Asyik sekali bila bisa berjalan-jalan menyusuri Malioboro dan berbelanja ragam pernak-pernik atau kain batik. Lebih asyik lagi bila tidak didampingi Paspampres. Kalaupun ditemani, jaraknya berjauhan saja," kata Ani Yudhoyono seperti dikutip dari buku karyanya, Senin (3/6/2019).
Ani Yudhoyono mengajak Aliya Rajasa. Mereka bersepakat menyamar menjadi masyarakat biasa.
Ani Yudhoyono menggunakan pakaian santai, selop ringan dan kacamata berwarna hitam.
Dengan restu dari SBY, Ani Yudhoyono dan Aliya Rajasa berangkat ke Jalan Malioboro, menyusuri deretan pedagang yang berjualan beragam pernak-pernik.
Saat sedang asyik memilih pernak-pernik, tiba-tiba ada seorang warga yang menyadari identitas Ani Yudhoyono.
"Seperti Bu Ani," kata warga. Seketika para pengunjung lainnya langsung memandang ke arah Ani Yudhoyono dan Aliya Rajasa.
Ani Yudhoyono langsung menarik tangan Aliya Rajasa berusaha menghindari warga agar penyamaran tak terbongkar.
Sekretaris pribadi Ani Yudhoyono dan Paspampres yang berada tak jauh dari Ani Yudhoyono langsung mengikuti.
Setibanya di Pasar Beringharjo, Ani Yudhoyono tertarik untuk masuk ke salah satu toko kain batik.
Awalnya, Ani Yudhoyono merasa lega lantaran penyamarannya masih berjalan mulus, namun tiba-tiba terdengar suara dari pengeras suara yang menyebut namanya.
"Selamat datang di Beringharjo Ibu kami tercinta, Ibu Ani Bambang Yudhoyono...! Kami ucapkan selamat berbelanja," demikian suara dari pengeras suara di Pasar Beringharjo.
Ani Yudhoyono terkejut bukan main. Sontak para pengunjung menyemut mendekatinya. Beruntung tak terjadi hal yang tak diinginkan.
Ani Yudhoyono masih berusaha untuk bersikap rileks agar kegiatan berbelanja tetap berjalan. Ia dan Aliya Rajasa melanjutkan belanja kain batik tenun Troso untuk dijadikan sebagai oleh-oleh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Inter Miami dikabarkan selangkah lagi merekrut Casemiro dengan status bebas transfer untuk bermain bersama Lionel Messi di MLS.
Jadwal angkutan KSPN Malioboro menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini Kamis 21 Mei 2026 lengkap dengan tarif terbaru.
Jadwal pemadaman listrik Jogja hari ini Kamis 21 Mei 2026 terjadi di Gejayan, Bantul, Gunungkidul, dan Sedayu akibat pemeliharaan PLN.
SIM keliling Sleman 21 Mei 2026 hadir di Polsek Cangkringan dan MPP, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Kebakaran Kantor Bupati Bulungan di Kaltara menyebabkan petugas damkar terluka terkena pecahan kaca saat proses pemadaman berlangsung.