KPK Dalami Kedekatan Maidi dengan Pengusaha EO di Madiun
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
SBY saat dampingi sang istri Ani Yudhoyono di rumah sakit di Singapura. /Ist- Instagram Ani Yudhoyono
Harianjogja.com, JAKARTA--Mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono meninggal dunia usai berjuang melawan kanker darah yang dideritanya di National University Hospital, Singapura, Sabtu (1/6/2019) siang.
Kepala Divisi Komunikasi Partai Demokrat, Imelda Sari, sempat mengisahkan saat-saat terakhir istri Ani Yudhoyono sebelum wafat. Dia bilang Ani Yudhoyono sempat bercerita lewat WhatsApp Grup Demokrat.
"Kalimat terakhir, jadi memang menurut saya, salah satu kebahagiaan ibu adalah saat dia bisa keluar dari rumah sakit. Beliau sangat excited bisa bertemu dan memegang cucunya langsung," ujar Imelda Sari seperti dikutip SUARA.com dari tayangan Kompas TV.
Istri Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu juga kerap memberikan pesan ucapan selamat ulang tahun di grup WhatsApp Demokrat. Dia juga kerap menulis ucapan duka, jika ada yang meninggal.
Pun Imelda Sari juga sempat mengisahkan pesan terakhir yang diberikan Ani Yudhoyono kepada dirinya. Malah Ani Yudhoyono yang menyemangati Imelda Sari. "Beliau cuma menyampaikan pada saya, Mel sebagai perempuan kamu harus semangat," ujar Imelda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.