OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Pasangan bakal Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno berkunjung ke kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018)./Suara.com-Yasea
Harianjogja.com, JAKARTA- Wapres Jusuf Kalla dipastikan telah bertemu dengan capres Prabowo Subianto.
Kabar akan pertemuan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat berhembus. Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Maher Algadri membenarkan kabar tersebut.
Maher menceritakan, Prabowo dengan Jusuf Kalla melakukan pertemuan pada Kamis (23/5/2019). Namun Maher tidak menyebut di mana lokasi keduanya bertemu. Hanya saja, Maher menyatakan, apabila Prabowo dan Jusuf Kalla melangsungkan sebuah obrolan dan bertukar pikiran.
"Benar. Ya biasa komunikasi, tukar pikiran," kata Maher di depan kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2019) malam.
Maher menjelaskan, bahwa pertemuan itu dilakukan atas dasar permintaan dari berbagai pihak melihat kondisi masyarakat saat ini. Maher menyebut Prabowo dihubungi oleh sejumlah pihak baik dari orang pemerintah dan non pemerintah.
Akan tetapi, Maher menegaskan kalau pertemuan itu bukan bertujuan untuk mengambil satu keputusan. Hal itu diungkapkan Maher lantaran melihat keduanya berasal dari kubu politik yang berbeda.
"Semua orang dalam keadaan kayak begini risau. Telepon, menelpon terjadi antara banyak orang," kata Maher.
"Bukan untuk mengambil suatu keputusan dan nggak bisa ngambil keputusan. Itu ada dua kubu yang jelas berbeda dalam kepentingan politik, ya dalam pemilu ini," sambungnya.
Perihal tukar pikiran yang sempat diucapkan Maher, ialah untuk mengencerkan panasnya suasana politik usai Pemilu 2019. Sebagai sosok demokrat, Prabowo disebut Maher pasti akan menempuh jalur komunikasi untuk memastikan seluruhnya akan selesai dalam kondisi yang baik.
"Kalau nggak kita stagnasi cuma ngotot pihaknya masing-masing. Pak Prabowo seorang demokrat, memang dia dibesarkan di alam barat. Komunikasi bagi dia penting. Jadi semua diselesaikan baik-baik," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.