Viral Fenomena Rojali dan Rohana, Ini Respons Bank Indonesia
Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta buka suara soal ramainya fenomena Rombongan Jarang Beli (Rojali) dan Rombongan Hanya Nanya (Rohana).
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno (ketiga kiri) menyaksikan proses penghitungan suara di tingkat kecamatan saat berkunjung ke GOR Pancasila, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/4/2019)./ANTARA FOTO-Moch Asim
Harianjogja.com, JAKARTA - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku belum mendapat informasi memgenai penemuan ribuan form C1 palsu oleh polisi saat razia kendaraan beberapa hari lalu. Meski demikian, dia meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memproses semua form C1 yang disita polisi.
"Saya belum dapat update. Nanti coba diklarifikasi ke BPN [Badan Pemenangan Nasional]. Laporan dari kedua belah pihak, 01 dan 02 harus sama-sama ditelusuri jadi pemilu yang jujur adil. Kalau menguntungkan 02 silakan diteliti dan ditelusuri sampai selesai," katanya seusai berbuka puasa di kediaman Mien Uno, Senin (6/5/2019).
Dia menuturkan Seknas Prabowo-Sandi yang berada di Menteng, Jakarta Pusat merupakan salah satu sentra pengumpulan form C1 dari relawan ke BPN. Sandi berencana melakukan sosialisasi ke sukarelawan guna memaparkan cara yang benar saat pengumpulan C1.
"Hari Rabu saya akan brief sukarelawan bagaimana mengumpulkan C1 yangg benar agar bisa diterima diproses BPN. Kalau ada laporan silakan teliti dan tindaklanjuti," ungkapnya.
Kepolisian bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengamankan sebuah mobil Daihatsu Sigra di kawasan Menteng, Jakarta Pusat karena diduga mengangkut ribuan form C1 palsu Pemilu 2019.
Dari foto Bawaslu Jakarta Pusat, tampak kardus itu bertuliskan \'Kepada Yth Bapak Toto Utomo Budi Santoso Direktur Satgas BPN PS Jl Kertanegara No 36 Jakarta Selatan\' dan \'Dari Moh Taufik Seknas Prabowo-Sandi Jl HOS Cokro Aminoto no 93 Menteng Jakarta Pusat\'.
CEO Seknas Prabowo-Sandi Mohammad Taufik membantah mengirimkan dua dus berisi form C1 palsu seperti yang ditemukan oleh polisi beberapa hari lalu.
Dia menegaskan Seknas Prabowo-Sandi tidak pernah mengumpulkan C1 untuk dikirimkan ke Badan Pemenangan Nasional (BPN).
"Saya mengatakan berita itu [penangkapan mobil pembawa form C1] sama sekali tidak betul, fitnah. Dan saya sudah minta BPN berkomunikasi dengan Bawaslu," katanya di kantor Seknas Prabowo-Sandi Menteng, Senin (6/5/2019).
Selain form C1, dia juga menegaskan tidak pernah menandatangani surat untuk dikirimkan kepada Direktur Satgas BPN Prabowo-Sandi Toto Utomo Budi Santoso.
Menurutnya, surat tersebut palsu karena tidak memiliki kop surat resmi seperti template Seknas Prabowo Sandi. Wakil Ketua DPRD DKI tersebut juga mengungkapkan bahwa jabatannya di Seknas bukan Ketua, tetapi CEO.
"Katanya ditemukan surat yang ada tanda tangan saya. Lha, saya gak tanda-tangan kok. Kop suratnya saja beda. [Seharusnya] ada bacaan Seknas 02 Prabowo Sandi. Kalau mau memalsukan cermat. Belajar yang profesional," ungkap Taufik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta buka suara soal ramainya fenomena Rombongan Jarang Beli (Rojali) dan Rombongan Hanya Nanya (Rohana).
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.