Puan Sebut Kehadiran Prabowo di DPR Jadi Momentum Strategis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
Ijtima Ulama II telah resmi mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno./Suara.com-Agung Shandy Lesmana
Harianjogja.com, JAKARTA--Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj, mengakui tidak mengidentifikasi orang-orang yang hadir pada Ijtimak Ulama III sebagai alim ulama.
Untuk diketahui, acara Ijtimak Ulama III tersebut diinisiasi oleh sejumlah ulama pendukung Capres Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.
Menurut Said Aqil, ulama adalah orang-orang yang memahami ilmu-ilmu Keislaman, bukan sekadar memakai pakaian ala ulama.
Hal itu diutarakan Said saat berpidato dalam acara Multaqo Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim Untuk Kemaslahatan Umat yang digelar di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019).
Menurutnya, orang-orang yang laik disebut ulama adalah seperti peserta acara tersebut. "Ulama yang saya tahu ya yang ini, Kiai Maimun Zubair, ada Anwar Iskandar, itu ulama. Punya santri, pesantren, paham tentang tafsir, hadis, fiqih, ilmu kalam, filsafat Islam, peradaban. Bukan hanya pakaian, tapi yang betul-betul paham soal disiplin ilmu dalam Islam," kata Said.
Karenanya, Said mengakui tak mengetahui siapa yang mengikuti Ijtimak Ulama III. Ia mengatakan, yang terpenting saat ini adalah persatuan masyarakat seperti diajarkan Islam, bukan memecah belah.
Sebelumnya diberitakan, Ijtimak Ulama III, yang digelar di Sentul, Jawa Barat, Rabu (1/5/2019), menyimpulkan terdapat kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan massif pada pelaksanaan Pemilu 2019.
Ijtima Ulama III juga mendesak agar Bawaslu dan KPU mendiskualifikasi atau membatalkan Capres Cawapres Jokowi – Maruf Amin kepesertaan dalam Pilpres 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.