Nasib PPPK Klaten Aman Meski Anggaran Pegawai Dipangkas
Pemkab Klaten pastikan PPPK tetap aman meski belanja pegawai dibatasi 30 persen mulai 2027.
Ilustrasi razia pekat di Klaten (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)
Harianjogja.com, KLATEN--Sebanyak 16 pasangan tak resmi berhasil ditangkap Tim gabungan dari Satpol PP, Polres, dan Kodim Klaten dalam operasi penyakit masyarakat di sejumlah hotel di Klaten, Kamis (2/5/2019).
Sekretaris Satpol PP Klaten, Rabiman, mengatakan razia digelar untuk menjaga situasi kondusif di Klaten menjelang Ramadan. Sasaran razia yakni miras, senjata tajam, serta pasangan tidak resmi yang kedapatan berduaan di kamar hotel.
“Hasil dari operasi ini ada 16 pasangan tidak resmi kami tangkap dan mereka tersebar di hotel-hotel melati,” kata Rabiman kepada wartawan seusai razia.
Rabiman menjelaskan rata-rata usia pasangan tersebut di atas 40 tahun. Mereka dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan dilakukan pembinaan sebelum diperbolehkan pulang. Meski diperbolehkan pulang, mereka tetap diminta mengikuti mekanisme wajib lapor.
“Wajib lapor selama 15 kali di kantor Satpol PP dan terpisah. Selama pembinaan, identitas diri mereka kami tahan. Kalau mereka membandel, kami baru sampaikan ke keluarga. Razia bakal terus kami lakukan termasuk selama Ramadan nanti,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Pemkab Klaten pastikan PPPK tetap aman meski belanja pegawai dibatasi 30 persen mulai 2027.
Polda Metro Jaya masih menelusuri kepemilikan aset dalam kasus korupsi dan TPPU. Penggeledahan dilakukan di 13 lokasi di Jakarta hingga Bogor.
DPRD DIY mendesak perbaikan akses jalan menuju Geosite Lava Bantal Sleman. Jalan rusak sepanjang 1 km menghambat bus wisata masuk lokasi.
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
KPK menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai tersangka pemerasan usai OTT. Sejumlah uang miliaran dan logam mulia turut disita.