Nahkoda Hilang Setelah Speedboat Terbelah di Teluk Tomini
Nahkoda speedboat yang tenggelam di Teluk Tomini masih dicari. Sebanyak 12 korban lain ditemukan selamat setelah bertahan di atas rakit.
Ilustrasi buruh pekerja perempuan di DIY saat menggelar aksi peringatan May Day di Malioboro, Selasa (1/5/2018)./Harian Jogja-Bhekti Suryani
Harianjogja.com, PANGKALPINANG--Ratusan buruh di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu (1/5/2019) ramai-ramai mendatangi Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang untuk menghadiri rangkaian acara peringatan Hari Buruh se-Dunia atau May Day.
Usai senam bersama, para pekerja ke Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil untuk mengikuti acara-acara seperti donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, serta kegiatan-kegiatan berhadiah hiburan.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun ini memusatkan acara peringatan Hari Buruh di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang. Aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja mengawal acara.
"Kita mengapresiasi Wali Kota Pangkalpinang yang mendukung penuh kegiatan May Day tahun ini," kata Ketua KSPSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Darusman Aswan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nahkoda speedboat yang tenggelam di Teluk Tomini masih dicari. Sebanyak 12 korban lain ditemukan selamat setelah bertahan di atas rakit.
Febri Diansyah mengungkap alasan menerima penunjukan sebagai kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menegaskan fokus pada pembelaan hukum klien.
Sebanyak 20 kalurahan di Bantul menerima program budi daya ikan tematik dari KKP dengan pembangunan sedikitnya 20 kolam ikan di tiap kalurahan.
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.