Sebelum Bom Meledak di Sri Lanka, Ternyata Sudah Ada Peringatan Tapi Diabaikan

Newswire
Newswire Senin, 22 April 2019 14:17 WIB
Sebelum Bom Meledak di Sri Lanka, Ternyata Sudah Ada Peringatan Tapi Diabaikan

Polisi berjaga di Gereja St Anthony\'s Shrine di Kolombo, Sri Lanka pascaledakan bom yang menewaskan ratusan jiwa, Minggu (21/4/2019) lalu./Reuters

Harianjogja.com, COLOMBO - 10 hari sebelum terjadi serangan bom yang menewaskan hampir 300 jiwa di Sri Lanka, ternyata sudah ada peringatan yang disampaikan ke petugas keamanan.

Surat peringatan terkait kemungkinan serangan teroris yang dikirimkan kepada pasukan keamanan Sri Lanka 10 hari sebelum rangkaian serangan bom pada Hari Paskah telah diungkap ke publik, menimbulkan pertanyaan terhadap tindak lanjut penegak hukum terhadap peringatan tersebut.

Pada 11 April, intelijen Sri Lanka telah mengeluarkan peringatan nasional tentang kemungkinan serangan bom bunuh diri yang direncanakan terhadap Gereja Katolik, dan kemungkinan Komisi Tinggi India di Kolombo, oleh organisasi Islam garis keras yang disebut National Thowheed Jamath (NTJ).

“Beberapa petugas intelijen mengetahui kejadian ini. Oleh karena itu ada penundaan dalam pengambilan tindakan,” kata anggota kabinet dan Menteri Telekomunikasi, Fasilitas Infrastruktur Digital, Tenaga Kerja Asing dan Olahraga, Harin Fernando, menunjukkan surat peringatan itu di Twitter, sebagaimana dilansir RT, Senin (22/4/2019).

“Tindakan serius perlu diambil mengapa peringatan ini diabaikan.”

Setelah sempat menyatakan bahwa surat peringatan tersebut palsu, namun akhirnya mengakui bahwa peringatan yang telah diterima telah diabaikan.

Sedikitnya 290 orang tewas, termasuk sedikitnya 30 warga negara asing, dan lebih dari 450 lainnya terluka dalam serangkaian serangan bom bunuh diri yang terkoordinasi terhadap gereja dan hotel di Sri Lanka. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan teror tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone.com

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online