Hyundai Palisade Inden hingga 4 Bulan, Sudah Dipesan 700 Unit
Para konsumen yang memesan Hyundai Palisade tampaknya harus bersabar karena mas inden bisa mencapai 4 bulan.
Capres Prabowo Subianto saat kampanye di Sumatra Selatan, Selasa (9/4/2019)/Tim Media Prabowo-Sandi
Harianjogja.com, JAKARTA – Publik di Indonesia dibuat heboh dengan adanya Lembaga Survei asal Amerika Serikat Precision Public Policy Polling yang merilis hasil bahwa Prabowo-Sandi unggul dari Jokowi-Amin. Tim sukses tidak mau jemawa.
Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dian Fatwa mengatakan tidak mau melihat lembaga survei lebih dalam. Timnya fokus pada masalah lain yang bisa menggagalkan kemenangan pasangan nomor urut 02 ini.
“Masalah temuan kami soal 17,5 juta DPT [daftar pemilih tetap] bermasalah dan instrumen kekuasaan yang digunakan untuk politik. Lawan kami adalah inkumben [petahana] yang memiliki resource untuk memenangkan pilpres,” katanya di Jakarta, Selasa (9/4/2019).
Kemenangan Prabowo-Sandi bagi Dian tidak dapat dipungkiri. Ini bisa dilihat di masyarakat yang selalu ramai ketika jagoannya menyerap aspirasi.
“Orang mau menyumbang Rp50.000, Rp10.000 bahkan ada amplop yang gede-gede. Ini kan karena banyak orang ingin perubahan,” jelasnya.
Sebelumnya Precision Public Policy Polling (PPPP) merilis hasil survei. Hasilnya, para responden cenderung memilih penantang petahana yakni Prabowo-Sandi.
Ketika ditanya siapa kandidat yang akan dipilih jika pemilihan dilakukan, sebanyak 38 persen responden memilih Joko Widodo. Sementara yang memilih Prabowo sebanyak 40 persen dan sisanya menyatakan belum dapat memutuskan.
PPPP disebut memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun dalam menciptakan dan menumbuhkan bisnis serta minat aktif dalam politik dan kebijakan publik di Asia.
Pada 2013, lembaga ini mulai merambah jajak pendapat publik tentang politik, menggunakan teknologi Interactive Voice Response (IVR) dan survei online dan panggilan langsung ke telepon seluler jika sesuai untuk melakukan polling dengan cepat, hemat biaya, dan akurat pada berbagai masalah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Para konsumen yang memesan Hyundai Palisade tampaknya harus bersabar karena mas inden bisa mencapai 4 bulan.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.
Megawati Soekarnoputri dan Dubes Kuwait membahas konflik Timur Tengah, Palestina, hingga stabilitas Selat Hormuz di Jakarta.