Harga BBM Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Jadi Rp15.950
Harga BBM Pertamina, BP, dan Shell per 1 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter, sementara diesel di BP dan Shell naik.
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyampaikan kuliah umum dengan tema "Peningkatan Softskill Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 di Universitas Jember, Jember, Minggu (7/4/2019)./JIBI-Bisnis Indonesia-Denis Riantiza M
Harianjogja.com, JEMBER — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir memberikan kuliah umum kepada mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dari perguruan tinggi negeri dan swasta Jawa Timur di Universitas Jember.
Melalui kuliah umum bertajuk "Peningkatan Softskill Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0" , Nasir mendorong mahasiswa penerima Bidikmisi harus menjadi mahasiswa "PKB" untuk sukses. "PKB" dalam bahasa Jawa singkatan dari pinter, kendel, dan bener (pintar, berani, dan benar).
"Anak Bidikmisi biasanya pinter sudah, kendel-nya belum. Pinter enggak kendel, pengangguran yang akan terjadi," ujar Nasir, Minggu (7/4/2019).
Menurutnya, mahasiswa penerima Bidikmisi memiliki potensi yang sama dengan mahasiswa lainnya untuk sukses. Keterbatasan kemampuan finansial penerima Bidikmisi, kata Nasir, tidak boleh membuat mahasiswa minder dan putus asa.
Dia kemudian menyebutkan beberapa contoh mahasiswa Bidikmisi yang sudah berhasil, salah satunya Ulfa Nurjannah dari Universitas Semarang yang sukses mengembangkan bisnis cumi krispi dengan omzet rata-rata Rp90 juta per bulan.
"Keberhasilan itu anak muda yang risk taker-nya tinggi. Harus tancapkan \'PKB\' dalam otak kita untuk sukses," katanya.
Nasir menuturkan tahun ini pemerintah telah meningkatkan kuota Bidikmisi dari 90 ribu tahun lalu menjadi 130 ribu pada 2019. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik dengan memberi kesempatan pendidikan tinggi bagi masyarakat tidak mampu.
"Pemerintah ingin mendorong Indonesia bersaing di kelas dunia untuk memanfaatkan bonus demografi. Apabila punya penduduk yang kualitasnya kurang baik ini akan jadi malapetaka," kata Nasir.
"Kalau orang makin pinter itu mampu gerakkan ekonomi. Orang yang punya pendidikan tinggi punya inovasi lebih baik."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kasus DBD Sleman turun menjadi 109 hingga Oktober 2026. Dinkes mengingatkan warga rutin melakukan 3M Plus saat musim hujan.
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto divonis 5 tahun penjara karena terbukti menerima suap Rp3,87 miliar terkait pengurusan laporan pertambangan.
Sufmi Dasco Ahmad membantah isu dirinya menjadi cawapres. Dia menduga kabar tersebut muncul untuk mengalihkan perhatian dari kasus penyadapan ilegal.
Oakbar di Oakwood Yogyakarta hadir dengan pengalaman rooftop lebih lengkap, menawarkan aneka kuliner, panorama Kota Jogja, Sizzle Sunset Barbecue, dan hiburan
Industri drama Korea meminta dana investasi 1 triliun won atau Rp13,5 triliun karena jumlah produksi menurun dan biaya operasional terus meningkat.