OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Kepala Dinas Kwintarto Heru Prabowo ketika melihat langsung salah satu peserta lomba Bantul Mie Festival 2019 di Museum History Of Java, Sewon Bantul pada Sabtu (6/6/2019). /Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim.
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Pariwisata (Dipar) Bantul menggelar acara Bantul Mie Festival 2019 di Museum History Of Java, Bangunharjo, Sewon Bantul, Sabtu (6/4/2019) malam.
Dalam acara tersebut turut dimeriahkan dengan lomba memasak Mielung serta Miedes dan juga pembagian 1000 porsi Mielung dan Miedes. Bantul Mie Festival 2019 juga dimeriahkan oleh penampilan Ndarboy Genk sebagai bintang tamu.
Pengunjung diharuskan membawa kupon untuk menukarkan satu porsi mie yang telah disediakan panitia.
“Sebenarnya acara ini adalah acara lanjutan dari acara festival tahun kemarin di Parangkusumo yaitu festival sate klatak. Lalu pada tahun ini kami mengadakan festival mie, yaitu Mielung sama Miedes,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Kwintarto Heru Prabowo ketika ditemui Harian Jogja di sela-sela acara.
Dirinya menambahkan bahwa festival ini juga bertujuan untuk memperkenalkan masakan khas Bantul, sehingga setelah dikenal maka penjualan pedagang mie tersebut akan semakin naik dan bisa meningkatkan ekonomi pedagang.
“Kan kalau sudah dikenal maka penjualannya bisa meningkat dan ekonominya bisa meningkat juga, jadi goal kita mengadakan festival mie ini ya itu, meningkatkan ekonomi pedagang mie, dan mengenalkan masakan khas Bantul yang tidak ada ditempat lain,” lanjut Kwintarto.
Sedangkan jumlah peserta yang mengikuti lomba festival ini ada 17 peserta. Pemenang lomba akan mendapatkan hadiah berupa uang sejumlah Rp3 juta untuk juara pertama.
Peserta lomba perwakilan dari Komunitas Gemar Masak sekaligus pedagang mie, Wiwik Chandra menyampaikan bahwa acara ini sangat berdampak positif bagi para pedagang nie seperti dirinya.
“Kami sebagai pedagang mie kan butuh inovasi-inovasi baru agar pelanggan tidak lari, melalui festival sama lomba seperti ini lah salah satunya caranya untuk bisa menemukan inovasi baru. Semoga kedepannya bakal ada acara-acara seperti ini lagi,” kata Wiwik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.