Fajar/Fikri Back to Back Juara China Open usai Menang Dramatis
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Ilustrasi Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution (depan, dua dari kanan) menunjukkan barang bukti yang disita dalam kasus pembuatan uang palsu di Markas Polres Kulonprogo, Jumat (1/3/2019).-Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, PONTIANAK--Polsek Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalbar, meringkus lima pengedar uang palsu dengan barang bukti senilai Rp4,4 juta.
Kapolsek Pontianak Timur, Kompol Suhar menjelaskan kelima tersangka kasus Upal ini diamankan, Sabtu (30/3/2019). Keempatnya adalah empat laki-laki masing-masing berinisial MB , 17, RS, 38, An, 17, EP, 14, dan tersangka perempuan KA, 23. “Dengan total barang bukti upal sebanyak Rp4,4 juta, yakni pecahan Rp50.000," kata Suhar di Pontianak, Kamis (4/4/2019).
Terungkapnya kasus tindak pidana Upal ini saat tersangka MB belanja di sebuah toko sembako di kawasan Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur, dengan menggunakan Upal tersebut. “Dicurigai oleh pedagang yang langsung mengamankan dan menyerahkan tersangka MB ke Polsek Pontianak Timur," ujarnya.
Suhar menambahkan, setelah ditangkapnya tersangka MB, maka pihaknya langsung melakukan pengembangan sehingga diamankanlah tersangka An.
"Tersangka An diamankan karena dari pengakuan tersangka MB, dia mendapatkan Upal tersebut dari An sehingga kami langsung meringkus tersangka An tersebut," ujarnya.
Kemudian dari pemeriksaan terhadap tersangka An, dia mengakui kalau Upal tersebut didapatnya dari iparnya berinisial RS, kemudian tersangka juga diamankan hari itu juga.
"Atas pengakuan RS, Upal tersebut didapatnya dari temannya Rob yang kini masih DPO (daftar pencarian orang," kata Suhar.
Kemudian, RS mengakui kalau Upal tersebut juga disimpan oleh istrinya KA, sehingga KA juga langsung diamankan untuk proses hukum selanjutnya, kata Suhar.
"Saat ini kelima tersangka tindak pidana pengedaran Upal tersebut sedang dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Pontianak Timur, guna proses hukum selanjutnya," katanya.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Pontianak Timur mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati agar tidak dijadikan korban dalam kasus apapun, termasuk tindak pidana pengedaran Upal tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.