KPU Tidak Akan Undang Lagi Penonton yang Dimarahi Prabowo karena Tertawa

Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso Senin, 01 April 2019 22:07 WIB
KPU Tidak Akan Undang Lagi Penonton yang Dimarahi Prabowo karena Tertawa

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019)/JIBI-Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat

Harianjogja.com, JAKARTA – KPU mengevaluasi Debat Pilpres 2029 ronde keempat, Sabtu (30/3/3019) pekan lalu.Salah satu rekomendasi yang ditelurkan adalah adalah penonton yang membuat gaduh sehingga membuat Presiden Prabowo Subianto tidak diundang lagi.

Komisioner PU Wahyu Setiawan mengatakan bahwa pada dasarnya debat keempat berlangsung dengan lancar. Akan tetapi pembuat gaduh itu menjadi hal yang perlu diperbaiki. 

“KPU sudah mencatat dan sudah direkomendasikan ke TKN [Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin] dan BPN [Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi] agar pada debat kelima yang bersangkutan tidak diundang,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Wahyu menjelaskan bahwa telah merekomendasikan pelaku yang tidak membuat tertib. Dia pastikan bukan dari tim sukses. 

“Itu ternyata bukan elit partai, bukan juga pengurus harian partai. Tapi, nama-namanya tidak bisa kami sebutkan,” jelasnya.

Untuk debat terakhir ini Wahyu mengingatkan kembali agar penonton menjaga ketertiban. Apabila ada yang membuat gaduh, Komite Damai akan mengeluarkan orang tersebut dari ruang debat. 

“Kalau ada penonton yang datang ke arena debat itu ternyata bertindak tidak tertib dan sampai mengganggu jalannya debat, pada hakekatnya, penonton tersebut adalah merugikan kepentingan seluruh masyarakat Indonesia yang menonton debat melalui televisi di rumah masing-masing,” ucap Wahyu.

Sebelumnya Prabowo tiba-tiba bernada tinggi pada debat keempat. Ini terjadi di segmen ketiga. 

Saat itu Prabowo sedang mengomentari lawan politiknya, Joko Widodo yang dia curiga dapat informasi tidak benar dari pembantunya terkait realita pertahanan dan keamanan.

Pada segmen ketiga itu Prabowo mengatakan bahwa isu itu adalah keahliannya. 

“Pertahanan keamanan, saya pelajari ilmu perang ribuan tahun. Sejarah perang setelah saya belajar,” katanya di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Prabowo menjelaskan bahwa dengan ilmu perang yang dipelajarinya ribuan tahun dia menilai kekuatan dan pertahanan Indonesia sangat rapuh dan lemah.

“Bukan salah bapak. Kenapa kalian ketawa? Pertahanan Indonesia rapuh kalian ketawa. Lucu ya?” tanyanya kepada penonton dengan nada tinggi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online