Penjualan Mitsubishi Triton Anjlok, Apakah Dampak Pasokan Semikonduktor?
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kendaraan kabin ganda keluaran Mitsubishi pada Juni hanya terjual 9 unit.
Prabowo Subianto bersama adiknya Hashim Djojohadikusumo./JIBI-Bisnis Indonesia-Jaffry Prabu Prakoso
Harianjogja.com, BANDUNG — Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sudah memamerkan para calon menterinya saat kampanye terbuka di Bandung, Jawa Barat 28 Maret lalu. Prabowo sudah membagi jatah menteri untuk partai-partai koalisi pendukungnya.
Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Hashim Djojohadikusumo mengatakan ada dua partai yang sudah pasti mendapat jatah, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
“Kami kan sudah sepakat dengan PAN ada tujuh menteri untuk PAN, enam untuk PKS,” katanya di Jakarta, Senin (1/4/2019).
Hashim mengatakan jatah menteri untuk partai yang mengusung Prabowo dan Sandiaga Uno masih didiskusikan.
“Demokrat belum definitif. AHY [Agus Harimurti Yudhoyono] salah satu dipertimbangkan,” jelasnya.
Sebelumnya di Bandung, Prabowo memperkenalkan para calon menteri yang akan duduk di kabinet pemerintahan. Ini dilakukannya agar publik tidak salah pilih alias membeli kucing dalam karung.
“Itu orang orang yang akan duduk di kabinet saya. Jadi buat apa sembunyi sembunyi kalian mau beli kucing dalam karung?” ujar sembari menunjuk dan memanggil semua calon menterinya yang hadir.
Tokoh-tokoh yang dipanggil Prabowo untuk diperkenalkan di hadapan rakyat Jawa Barat antara lain Komandan Kogasma Partai Demokrat AHY, Presiden PKS Shohibul Iman, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan (Aher), Sekjen PAN Edy Soeparno, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.
Prabowo menjelaskan bahwa alasan AHY bisa dipilih karena pintar. Dia adalah lulusan Universitas Harvard yang setiap tahun Indonesia lulusan Harvard tiap tahun disumbang Indonesia bisa dihitung jari.
“Pak Shohibul lulusan Jepang S3 doktor ilmu industri, beliau orang pintar. Pak Zulhas berapa puluh tahun mengabdi untuk rakyat. Aher, dua kali gubernur pantes gak kalo kita angkat jadi menteri? Pantes. Edy Soeparno ahli keuangan, Pak Hinca itu koboi dari Sumatera Utara. Jadi jangan beli kucing dalam karung, saya tidak rela rakyat saya seperti ini. Negara kita akan kuat kalo rakyat sejahtera, rakyat sejahtera kalau uang nya di Indonesia tidak keluar terus,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kendaraan kabin ganda keluaran Mitsubishi pada Juni hanya terjual 9 unit.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.