Tambang Emas Ilegal di Sungai Batang Tebo Ditindak, Sarana Tambang Dimusnahkan
Polres Bungo memusnahkan sarana PETI di Sungai Batang Tebo, termasuk alat penyaring emas dan tangki minyak berkapasitas 1.000 liter.
Ilustrasi rupiah/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso atas dugaan korupsi distribusi pupuk menggunakan kapal. Dari laporan harta kekayaannya, Bowo diketahui memiliki harta kekayaan hingga mencapai Rp10, 4 miliar.
Berdasarkan laporan harta Bowo yang dikutip Suara.com dari situs Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) KPK, Kamis (28/3/2019), Bowo diketahui melaporkan jumlah harta kekayaannya pada 13 Februari 2018. Dari laporan itu, tercatat harta yang dimiliki Bowo sebesar Rp 10.429.040.628.
Harta kekayaan yang dimiliki oleh Bowo berupa harta bergerak dan tak bergerak. Untuk harta bergerak, mantan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah periode 2012-2015 ini memiliki harta berupa satu unit mobil Toyota Vellfire tahun 2010 dan satu unit mobil Toyota Prado tahun 2011 yang dibeli dengan hasil sendiri dengan total nilai Rp750 juta.
Sementara untuk harta tak bergerak, pria kelahiran Mataram, 16 Desember 1968 ini memiliki sejumlah aset berupa tanah dan bangunan yang tersebar di dua titik di Jakarta Selatan senilai Rp 8,5 miliar dan tanah di Semarang senilai Rp2 miliar.
Tak hanya itu, Bowo juga memiliki harta yang terdiri dari kas dan setara kas senilai Rp766 juta. Bowo juga tercatat memiliki hutang sebesar Rp 1,5 miliar.
Bowo sendiri ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta pada Kamis (28/3/2019) dini hari. KPK menduga telah terjadi transaksi atau dugaan penyerahan uang yang diindikasikan terkait distribusi pupuk menggunakan kapal.
KPK juga turut mengamankan barang bukti berupa uyang dalam pecahan rupiah dan dollar Amerika Serikat serta satu unit mobil dalam OTT tersebut. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari Bowo yang diamankan.
“Dini hari tadi, KPK mengamankan satu orang anggota DPR RI. Dengan demikian, sampai pagi ini delapan orang diamankan dalam OTT di Jakarta sejak Rabu sore hingga Kamis dini hari,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Polres Bungo memusnahkan sarana PETI di Sungai Batang Tebo, termasuk alat penyaring emas dan tangki minyak berkapasitas 1.000 liter.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.