Pemerintah Tetapkan 13 Juli Jadi Hari Kepercayaan, Ini Maknanya
Pemerintah tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME. Ini tujuan, sejarah, dan maknanya bagi Indonesia.
Ilustrasi Pemilu/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA--Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan masyarakat harus menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, 17 April 2019.
"Kedua, menjadikan pemilihan umum anggota legislatif dan Pemilu Presiden RI sarana untuk mendewasakan diri mereka, berpikir dengan menggunakan akal sehat," kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Muhyidin Junaidi ditemui di Jakarta pada Senin (25/3/2019).
Ia meminta masyarakat tidak terpecah belah hanya karena perbedaan pilihan politik dalam pemilu. Muhyidin menekankan bahwa masyarakat harus bersikap dewasa dalam menerima hasil apapun dalam Pemilu 2019.
"Jangan jadikan pilpres dan pileg ini sebagai ajang untuk memecah belah. Ya, berbeda pilihan adalah \'sunatullah\'. Aka tetapi jangan sampai berbeda pilihan, bangsa ini jadi terpecah belah," ucap Muhyidin.
Ia berharap masyarakat tidak berkelahi di tengah perbedaan pandangan politik karena akan mempermalukan umat Islam Indonesia.
"MUI insyaallah mendoakan bahwa pilpres ini berjalan lancar dan tidak ada ribut," ujar Muhyidin. Muhyidin juga mengingatkan masyarakat bahwa golput tidak diperbolehkan oleh Islam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME. Ini tujuan, sejarah, dan maknanya bagi Indonesia.
PSIM Jogja resmi melepas Fahreza Sudin jelang Super League 2026/2027. Gelandang asal Ternate itu menjadi pemain keenam yang berpisah.
Kunjungan Narendra Modi ke Candi Prambanan membuat akses wisata dialihkan selama 7-8 Juli 2026. Wisatawan tetap dapat berkunjung ke sejumlah area.
JadePuffer menjadi ransomware berbasis AI pertama yang mampu menjalankan serangan siber secara mandiri dan adaptif tanpa banyak campur tangan manusia.
Bupati Bantul akan memanggil manajemen RSGM untuk membahas tunggakan gaji 36 eks pekerja yang belum dibayarkan selama empat bulan.
Polresta Jogja memburu satu DPO baru dalam kasus pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja. Pria itu diduga mendanai pelarian tersangka ke Cilacap.