Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Jurnalis menunjuk hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terkini bertajuk \"Pergeseran Sentimen Agama Setelah 6 Bulan Kampanye\" di Jakarta, Selasa (5/3/2019)./ANTARA-Indrianto Eko Suwarso
Harianjogja.com, JAKARTA — Elektabilitas calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto masih fluktuatif. Dengan demikian, prediksi pemenang Pilpres 2019 masih terlalu dini apabila dikeluarkan sekarang.
Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuho mengatakan sulitnya menebak siapa yang akan jadi pemenang adalah akibat kondisi kontestasi politik 2014 sangat berbeda dari 2019. Apalagi, ujarnya, dirinya tidak percaya pada survei-survei yang lembaganya tidak mengumumkan siapa pemberi dananya.
Dia menyebutkan sangat tidak masuk akal kalau satu survei menyatakan tingkat kepuasan rakyat terhadap pahana Capres Jokowi mencapai 60%, sedangkan di sisi lain tingkat elektabilitasnya di bawah angka tersebut.
Selain itu, ujarnya, sejumlah lembaga pada Pilpes 2019 tidak bisa dipercaya karena sudah terbukti banyak yang meleset dari hasil akhir meski survei itu mengukur kondisi pada saat dilakukan penelitian.
“Jadi elektablitas kedua cares masih sangat fluktuatif. Tidak tertutup kemungkinan Capres Prabowo memenangkan pilpres,” ujar siti Zuhro kepada Bisnis, Minggu (24/3/2019).
Dia menyebutkan selain faktor dua debat capres terakhir, sejumlah kasus seperti kasus jual beli jabatan suap Ketua Umum PPP Romahurmuziy akan ikut memengaruhi mereka yang belum menentukan pilihan (undecided voters) sebagaimana juga dengan kasus kebohongan publik Ratna Sarumpaet.
Sementara itu, peneliti LIPI lainnya, Aisah Putri Budiarti menilai, migrasi pemilih menjelang hari pencoblosan Pilpres 2019 masih terbuka lebar, sehingga memungkinkan terjadinya perubahan angka elektabilitas paslon capres-cawapres.
"Migrasi ini terjadi karena tingginya unidentified voters, efek dari kampanye dan debat pilpres," kata Aisah.
Aisah menjelaskan, rata-rata hasil survei yang berkembang, angka unidentified voters berkisar antara 10% hingga 17 %. Menurut dia, jumlah itu cukup signifikan dan mampu merubah peta perolehan suara di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
"Migrasi suara dapat terjadi akibat adanya perubahan dalam sikap unidentified voters itu," ujarnya. Hal itu, ujarnya, tentu akan memberikan sumbangan kepada perpindahan suara menjelang pilpres.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.