Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Polisi berjaga di Jalan Kaliurang Km.9 saat digelar rekonstruksi penangkapan terduga teroris, Kamis (22/22/2018)/harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, BANTUL--Berdasarkan data yang dimiliki Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), remaja usia 17 hingga 27 tahun rentan dirasuki oleh paham-paham terorisme dan radikalisme. Hal tersebut disebabkan kondisi jiwa yang mudah untuk dimasuki paham-paham tersebut.
Menyikapi hal tersebut BNPT menggelar lomba video pendek dan diskusi film bagi pemuda Yogyakarta yang berlangsung pada Kamis (21/3/2019) di salah satu restoran yang terletak di Bantul. Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Ine Febriyanti dan juga Wakil Bupati Kabupaten Bantul, Abdul Halim Muslih.
Dalam sambutannya Abdul Halim Muslih mengatakan sosialisasi tentang bahaya terorisme sangat penting dilakukan agar paham radikalisme tidak menyerang para pemuda pemudi Indonesia. “Sosialisasi seperti sangat berguna untuk remaja-remaja jaman sekarang, mengingat untuk mencegah radikalisme lalu agama menjadi kambing hitamnya,” katanya.
Ia menambahkan bawah paham radikalisme dimulai dari ajakan membenci orang yang berbeda paham, bahkan agama diinjeksikan secara pelan-pelan bahwa orang tersebut layak dibenci. Penyerangan tersebut diyakini sebagai jihad dengan iming-iming masuk surga.
Kepala Seksi Pengawasan Barang BNPT, Faizal Yan Aulia mengakui keprihatinannya lantaran banyak pelaku terorisme yang menyerang kawula muda kisaran umur 20. Sehingga paling penting adalah bagaimana caranya untuk mencegah hal tersebut yang kerap disebarkan melalui media sosial.
“Semoga dengan kegiatan seperti ini para peserta yang hadir mampu terhindar dari paham-paham tersebut. Tema kegiatan kali ini Satu Indonesia Wujudkan Pemuda Santun, Cerdas dan Inspiratif,” kata Faizal.
Sedang Ine Febriyanti selaku salah satu artis yang terlibat dalam perumusan kegiatan tersebut menyampaikan dirinya sangat puas dengan antusias para pemuda di beberapa daerah yang mengikuti lomba ini sangat baik.
“Kan paham-paham seperti itu, kebanyakan sih masuknya lewat sosial media. Tujuan kami memang mecegah paham tersebut lewat sosial media yang medianya adalah video, saya rasa kegitan ini memang sangat penting ya buat para remaja-remaja yang ada di Indonesia” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.