Prabowo Anggap Penyiraman Air Keras sebagai Aksi Terorisme

Newswire
Newswire Jum'at, 20 Maret 2026 11:17 WIB
Prabowo Anggap Penyiraman Air Keras sebagai Aksi Terorisme

Tangkapan layar foto pelaku penyiraman air keras.-Antara

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, merupakan tindakan kriminal serius yang tergolong sebagai terorisme. Kepala Negara menyatakan kasus itu harus diusut hingga ke dalang di balik peristiwa itu.

Presiden menyampaikan hal itu dalam sesi tanya jawab bersama para jurnalis yang dirilis pada Kamis (19/3/2026). "Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut. Harus kita usut!," kata Prabowo.

Presiden menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan, melainkan harus mampu mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut. "(Termasuk) siapa yang menyuruh, siapa yang membayar," ujarnya.

Prabowo juga menyatakan negara tidak akan menolerir segala bentuk kekerasan terhadap warga negara, termasuk terhadap aktivis yang menyuarakan kritik. Ia memastikan, jika ada keterlibatan aparat dalam kasus kekerasan itu, maka proses hukum harus berjalan tanpa "pandang bulu".

"Ya jelas dong (kalau itu dari aparat). Tidak akan! (ada impunitas). Saya menjamin!” ujar Presiden.
"Saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin Indonesia yang beradab. Tidak boleh ada tindakan seperti ini," ujarnya. "Saya dipilih oleh rakyat, untuk membela rakyat. Tapi kita waspada, saya minta diusut benar. Sampai ke aktornya," kata Prabowo.

Diketahui, Polri bersama Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah menangkap empat oknum prajurit TNI yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras tersebut. Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menyampaikan bahwa para terduga pelaku terdiri dari tiga perwira dan satu bintara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sugeng Pranyoto
Sugeng Pranyoto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online