Tak Lagi Percaya dengan Boeing 737 Max 8, Garuda Batalkan 49 Pesanan

Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana Kamis, 14 Maret 2019 21:22 WIB
Tak Lagi Percaya dengan Boeing 737 Max 8, Garuda Batalkan 49 Pesanan

Teknisi bersiap memeriksa pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019)./Reuters-Willy Kurniawan

Harianjogja.com, JAKARTA - Garuda Indonesia akan membatalkan pesanan 49 unit Boeing 737 Max 8. Maskapai pelat merah itu sebenarnya sudah mengorder puluhan Max 8 yang akan dikirimkan secara bertahap hingga 2030.

Direktur Utama Garuda Indonesia IGN Askhara Danadiputra mengatakan perusahaan yang dia pimpin sudah kehilangan kepercayaan terhadap Boeing 737 Max  8 seusai dua kecelakaan yang menimpa Lion Air pada Oktober 2018 dan Ethiopian Airlines pada akhir pekan lalu.

"Dengan melihat kondisi seperti ini, khususnya kekhawatiran penumpang atas produk Max 8, kami kehilangan confident atas produk MAX 8 dan sudah menyampaikan ke pihak Boeing untuk opsi cancelation 49 unit pesanan," kata Askhara kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Kamis (14/3/2019).

Garuda akan melanjutkan pembahasan lebih mutakhir dengan Boeing guna mendapatkan solusi terbaik atas masalah ini. Pria yang akrab disapa Ari Askhara ini juga menyinggung soal kompensasi terkait dengan operasional pesawat yang harus berhenti selama larangan dari pemerintah. Akan tetapi, besaran nominal kompensasi belum dihitung.

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia Tbk. sempat memilih untuk menunggu negosiasi dengan Boeing terkait dengan kepastian penggantian pesanan pesawat B737 Max 8 Askhara mengatakan pihaknya akan mematuhi arahan Kementerian Perhubungan selaku regulator terkait dengan pelarangan permanen operasional Boeing 737 Max 8.

Adapun, negosiasi yang dilakukan maskapai terkait dengan penggantian pesanan pesawat sudah dilakukan sebelum kecelaakaan yang menimpa Ethiopian Airlines maupun Lion Air.

"Kami masih menunggu proses negosiasi, sampai saat ini belum ada kepastian. Pastinya ini menjadikan posisi Garuda lebih baik," kata Askhara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online