Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
Harga buyback emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Jumat 6 Februari 2026 kompak turun di hampir seluruh ukuran.
Teknisi bersiap memeriksa pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019)./Reuters-Willy Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA - Garuda Indonesia akan membatalkan pesanan 49 unit Boeing 737 Max 8. Maskapai pelat merah itu sebenarnya sudah mengorder puluhan Max 8 yang akan dikirimkan secara bertahap hingga 2030.
Direktur Utama Garuda Indonesia IGN Askhara Danadiputra mengatakan perusahaan yang dia pimpin sudah kehilangan kepercayaan terhadap Boeing 737 Max 8 seusai dua kecelakaan yang menimpa Lion Air pada Oktober 2018 dan Ethiopian Airlines pada akhir pekan lalu.
"Dengan melihat kondisi seperti ini, khususnya kekhawatiran penumpang atas produk Max 8, kami kehilangan confident atas produk MAX 8 dan sudah menyampaikan ke pihak Boeing untuk opsi cancelation 49 unit pesanan," kata Askhara kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Kamis (14/3/2019).
Garuda akan melanjutkan pembahasan lebih mutakhir dengan Boeing guna mendapatkan solusi terbaik atas masalah ini. Pria yang akrab disapa Ari Askhara ini juga menyinggung soal kompensasi terkait dengan operasional pesawat yang harus berhenti selama larangan dari pemerintah. Akan tetapi, besaran nominal kompensasi belum dihitung.
Sebelumnya, PT Garuda Indonesia Tbk. sempat memilih untuk menunggu negosiasi dengan Boeing terkait dengan kepastian penggantian pesanan pesawat B737 Max 8 Askhara mengatakan pihaknya akan mematuhi arahan Kementerian Perhubungan selaku regulator terkait dengan pelarangan permanen operasional Boeing 737 Max 8.
Adapun, negosiasi yang dilakukan maskapai terkait dengan penggantian pesanan pesawat sudah dilakukan sebelum kecelaakaan yang menimpa Ethiopian Airlines maupun Lion Air.
"Kami masih menunggu proses negosiasi, sampai saat ini belum ada kepastian. Pastinya ini menjadikan posisi Garuda lebih baik," kata Askhara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Inflasi DIY Juni 2026 naik 0,37% dipicu BBM. BI DIY pastikan tetap terkendali dalam target nasional 2,5±1%.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta. BPBD pastikan tetap aman dengan dukungan dana BTT.
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Inflasi Juni 2026 capai 3,34%. Menkeu sebut dipicu BBM dan pangan, diprediksi segera mereda karena faktor musiman.