BMKG Prediksi saat Mudik Lebaran, Indonesia Dilanda Cuaca Ekstrem

Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana Selasa, 26 Maret 2024 12:07 WIB
BMKG Prediksi saat Mudik Lebaran, Indonesia Dilanda Cuaca Ekstrem

Ilustrasi cuaca buruk./Pixabay

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi beberapa wilayah di Indonesia sepanjang masa mudik Lebaran 2024 mengalami cuaca ekstrem.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan cuaca ekstrem terjadi karena saat ini tengah memasuki masa pancaroba, peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. "Kami mengimbau kepada seluruh pemudik, penyedia jasa transportasi, dan operator transportasi untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem selama arus mudik," katanya dalam siaran pers, Selasa (26/3/2024).

Menurutnya, dinamika atmosfer di Indonesia sangat dinamis, sehingga bisa tiba-tiba berubah. BMKG berharap pemudik untuk secara aktif melihat informasi dan kondisi cuaca terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan mudik. Dia menuturkan jika memang kondisi cuaca sedang buruk, kata dia, jangan memaksakan diri dan sebaiknya ditunda. Terutama bagi pemudik yang menggunakan moda transportasi laut. Pemudik, lanjutnya, diharapkan untuk menunggu sampai kondisi cuaca kembali normal karena sangat membahayakan perjalanan. Pantau terus perkembangan info cuaca dan peringatan dini cuaca, gelombang tinggi, pasang air laut dan tsunami.

Dwikorita menerangkan secara umum kondisi cuaca selama pekan mudik dibagi dalam tiga fase periodik yakni:

3-9 April 2024

BMKG memprediksi wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dalam kategori ringan - sedang.

10-16 April 2024

Kondisi cuaca di Indonesia secara umum cerah - cerah berawan

17-23 April 2024

BMKG memprediksi Indonesia bagian utara dan tengah berpotensi mengalami hujan dengan kategori ringan - sedang.

Baca Juga

Waspada! BMKG Terbitkan 9 Daerah Siaga Cuaca Ekstrem

Cuaca Ekstrem Diperkirakan Mengintai Jawa Tengah hingga 17 Maret

Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai DIY, BPBD Waspadai Siklon 99 S

Selain itu, lanjutnya, juga perlu diwaspadai potensi tumbuhnya bibit siklon tropis ataupun siklon tropis yang terjadi di Samudra Hindia, di perairan selatan Indonesia. Sebagai informasi, pemerintah memprediksi potensi pergerakan masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran 2024 diketahui sebesar 71,7% atau sebanyak 193,6 juta orang. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan mudik Lebaran 2023, yakni sebesar 123,8 juta orang. Adapun, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi mulai 5-8 April 2024. Puncak arus balik akan terjadi pada 13-16 April 2024.

"BMKG bersama BRIN, BNPB, dan TNI AU menyiapkan opsi untuk melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Semua dalam posisi stand by. BMKG juga membuka posko pelayanan selama pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online