Garuda Batalkan Order Max 8, Lion Tunda 4 Pemesanan

Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana Selasa, 12 Maret 2019 19:57 WIB
Garuda Batalkan Order Max 8, Lion Tunda 4 Pemesanan

Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta/JIBI-Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone

Harianjogja.com, JAKARTA—Dua maskapai Indonesia mengevaluasi pemesanan Boeing 737 Max 8 setelah pesawat jenis tersebut yang digunakan Ethiopian Airlines jatuh di Ethiopia, Minggu (10/3/3019).

Lion Air Group (LAG) menunda pembelian empat Max 8 yang rencananya dilakukan Mei 2019. Total perjanjian kontrak pembelian LAG untuk Max series ini berjumlah 222 pesawat.

Managing Director LAG, Capt. Putut Kuncoro Adi menuturkan pengiriman yang seharusnya dilakukan tahun ini ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Kami kan pesan 222 pesawat, setelah kejadian JT610 [jatuhnya Max 8 yang dioperasikan Lion Air di Laut Jawa pada 29 Oktober 2018] itu kami  sudah diskusi dengan Boeing untuk sementara menunda dulu. Bulan Mei ini harusnya ada yang datang tapi kami  tahan dulu, tahun ini ada empat pesawat, sementara di-hold,” ujar dia di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Dia menyebut sudah memiliki kontrak pemesanan sejumlah 222 pesawat Max Series sampai dengan 2035. Kelanjutan kontrak tersebut masih dalam pembahasan antara pihak Lion Air dengan Boeing.

“Kami 222 pesawat itu kurang lebih investasi sekitar US$22 miliar, itu belum dikeluarkan semua. Kami sedang diskusi dengan Boeing sebenarnya untuk meneruskan atau tidak tim kami sama tim Boeing masih duduk,” ujarnya.

Sementara itu, 10 pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion yang penerbangannya dihentikan sementara akan diinspeksi pemerintah. Penerbangan yang dilayani Max 8 pun akan menggunakan pesawat lain.

Adapun PT Garuda Indonesia Tbk. telah memutuskan untuk mengganti pesanan pesawat Boeing 738 Max 8 dengan jenis lain.

Direktur Utama Garuda Indonesia IGN Askhara Danadiputra mengatakan sedang menegosiasi perubahan pesanan pesawat Boeing 737 Max 8 dengan Boeing Co. Akan tetapi, perubahan pesanan tersebut sudah dilakukan sebelum kecelakaan yang dialami Lion Air maupun Ethiopian Airlines.

“Kami sedang proses negosiasi dengan Boeing untuk perubahan order Max 8 dengan jenis pesawat lain,” kata Askhara kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Selasa.

Dia mengaku belum memutuskan jenis pesawat baru yang akan dipesan. Selain itu, nilai pemesanan pesawat juga masih dalam proses kajian maskapai. Pria yang akrab disapa Ari Askhara ini juga belum menjelaskan jumlah unit pergantian pesawat baru.

Garuda memesan 50 unit Boeing 737 Max 8 dan baru dikirim unit. Unit pertama telah tiba di Indonesia pada Desember 2017 dan telah dioperasikan Januari 2018 untuk rute domestik.

Pada awal 2018, Garuda pernah meminta dengan Boeing untuk menjadwal ulang pengiriman Boeing 737 Max 8. Berdasarkan negosiasi, pesawat Boeing 737 Max 8 kedua dan lainnya akan dikirim pada 2020-2024 dari jadwal semula 2017-2019.

Pengetatan terhadap pesawat produk Boeing, yaitu Boeing 737 Max 8 kembali diingatkan usai musibah kecelakaan yang dialami oleh Ethiopian Airlines tujuan Nirobi, Kenya, pada Minggu (10/3/2019). Pesawat tersebut hilang kontak beberapa menit setelah lepas landas dari Addis Ababa dan dilaporkan menewaskan semua 157 penumpang.

Sebelumnya, pesawat jenis serupa yang dioperasikan oleh Lion Air juga jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018 dan menewaskan 189 orang. Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tersebut sedang dalam investigasi.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online