Penjualan Mitsubishi Triton Anjlok, Apakah Dampak Pasokan Semikonduktor?
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kendaraan kabin ganda keluaran Mitsubishi pada Juni hanya terjual 9 unit.
Seorang pria melintasi papan hitung mundur elektronik Pemilu 2019 di Kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (21/2/2019)./Antara-Akbar Nugroho Gumay
Harianjogja.com, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY menemukan 10 warga negara asing (WNA) di provinsi ini tercatat masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.
Anggota Bawaslu DIY Amir Nashiruddin menuturkan lembaganya telah menemukan 10 WNA yang masuk DPT di Bantul, Gunungkidul, Sleman, serta Kota Jogja. “Teman-teman di lapangan masih melakukan verifikasi. Ada tujuh [WNA yang masuk DPT] di Bantul, serta tiga di Gunungkidul, Sleman, dan Kota Jogja,” kata dia, Selasa (5/3/2019)
Bawaslu DIY masih menelusuri keberadaan WNA yang masuk DPT di daerah lainnya. Dia memperkirakan WNA yang masuk DPT akan terus bertambah mengingat masih ada empat kabupaten yang belum disisir.
Sebelumnya, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh mengatakan kementeriannya menemukan 103 warga negara asing terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Dia mengaku sudah menyerahkan data tersebut kepada KPU.
Sementara itu, Bawaslu RI memperkirakan jumlah warga negara asing (WNA) yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 tidak hanya 103 orang, tetapi bisa sampai ribuan orang.
Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan tim di lapangan terus mengecek data WNA yang memiliki KTP-el yang berjumlah 1.680. “Apakah berpotensi bertambah atau tidak bisa dua-duanya. Kami lihat datanya bertambah apa tidak,” katanya di Jakarta.
Afif menjelaskan 103 WNA ini tersebar di seluruh Indonesia. Berdasarkan penelusuran sementara, Bali merupakan daerah terbanyak.
Berdasarkan regulasi, WNA diperbolehkan memiliki E-KTP. Yang jadi permasalahan Bawaslu adalah mereka bisa masuk dalam DPT. Ini karena hanya warga Indonesia yang bisa menggunakan hak pilih.
Afifuddin mengaku telah mengonfirmasi 103 nama WNA itu terdaftar lengkap dengan nomor TPS-nya di daerah pemilihan masing-masing. “Temuan seperti ini berbahaya bagi pemilu. Oleh karena itu data WNA itu harus segera dihapus baik di DPT maupun di TPS," ujarnya.
Afifuddin mengatakan temuan data 103 WNA masuk DPT ini mengindikasikan proses pencocokan dan penelitian daftar pemilih yang belum sempurna. Seharusnya, data pemilih yang tidak berhak harus sudah dipastikan sejak awal proses pencocokan dan penelitian DPT.
Dia berharap penyelenggara pemilu yang masih memiliki waktu sekitar 42 hari menjelang pemungutan suara bisa menyelesaikan persoalan tersebut.
Menurut dia, saat ini sudah bukan waktunya saling lempar masalah antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Tidak perlu lagi, saling melempar kesalahan dan potensi kecurangan pemilu rawan berasal dari DPT sebagaimana terbukti di sejumlah pemilihan yang dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.
*Berita ini telah dikoreksi pada Rabu (6/3/2019) pukul 00.33 WIB karena ada kekeliruan penulisan, seharusnya ditulis WNA boleh memiliki E-KTP, tetapi ditulis WNA boleh memiliki WNA. Mohon maaf dan terima kasih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kendaraan kabin ganda keluaran Mitsubishi pada Juni hanya terjual 9 unit.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.