Jokowi Gagal Kuasai Suara Jawa Tengah

Saeno
Saeno Jum'at, 01 Maret 2019 21:21 WIB
Jokowi Gagal Kuasai Suara Jawa Tengah

Petugas sortir dan lipat surat suara menunjukan surat suara yang terdapat kerutan di surat suara Pilpres, di Gudang Logistik KPU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa(19/2/2019)./Antara-Adeng Bustomi

Harianjogja.com, JAKARTA - Lembaga riset asal Australia menyebutkan Joko Widodo (Jokowi) gagal menguasai suara di wilayah Jawa Tengah, provinsi yang menjadi kampung halamannya.

"Dukungan untuk Jokowi secara mengejutkan tidak mendominasi di provinsi asalnya di Jawa Tengah." ujar Roy Morgan dalam pengantar hasil jajak pendapatnya tentang pilpres di Indonesia, Jumat (1/3/3019).

Meski begitu, dukungan untuk Jokowi masih mayoritas, jauh meninggalkan jumlah suara yang mendukung Prabowo. Di Jawa Tengah Jokowi meraih hampir tiga perempat dukungan: Jokowi (74,5%) sedangkan Prabowo (25,5%). Dukungan untuk Jokowi juga sangat kuat di provinsi tetangga, Jawa Timur dan Bali: Jokowi (73%), Prabowo (27%).

 "Jokowi juga menikmati dukungan kuat di provinsi-provinsi utara Sumatra yang lebih terpencil: Jokowi (74%), Prabowo (26%), dan di Pulau Sulawesi: Jokowi (62,5%), Prabowo (37,5%)," papar lembaga tersebut.

Sementara itu, dukungan untuk Prabowo Subianto terkonsentrasi di provinsi asalnya, Jawa Barat dan ibu kota Jakarta. Prabowo  memimpin perolehan dukungan  (57%) dibanding Jokowi (43%).

Prabowo juga menang di provinsi-provinsi Sumatra Selatan: Prabowo (54,5%), Jokowi (45,5%). Di Kalimantan, dukungan suara Jokowi dan Prabowo terpaut tipis. Jokowi (54%), Prabowo (46%).

Lembaga riset Roy Morgan mengungkapkan peluang Jokowi untuk melaju dan kembali memimpin Indonesia cukup terbuka.

Lembaga yang berkantor pusat di Australia serta memiliki kantor di Indonesia, Amerika Serikat dan Inggris ini, menyebutkan Jokowi memiliki dukungan besar di kalangan pedesaan, sementara pesaingnya yakni Prabowo Subianto memiliki popularitas di kalangan mayarakat kota.

Dalam siaran pers, dengan seri temuan bernomor 7907, di laman roymorgan.com disebutkan bahwa Jokowi diperkirakan akan menjani pemilihan presiden dengan lebih leluasa.

“Jokowi mendapat dukungan dari 58% pemilih Indonesia pada Januari, naik 5% dari Pemilu Presiden Indonesia 2014, dan jauh di depan lawannya Prabowo Subianto pada 42%, turun 5%.”

Hal itu terungkap dari hasil jajak pendapat terbaru Roy Morgan terkait Pilpres di Indonesia. Jajak pendapat dilakukan pada Januari 2019 dengan 1.039 pemilih Indonesia berusia 17 ke atas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online