Pembangunan Tanggul Rob Dikebut, Pekalongan Segera Bebas Banjir

Newswire
Newswire Minggu, 24 Februari 2019 20:17 WIB
Pembangunan Tanggul Rob Dikebut, Pekalongan Segera Bebas Banjir

Ilustrasi banjir./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone

Harianjogja.com, PEKALONGAN--Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempercepat pembangunan tanggul rob di pesisir pantai utara Pekalongan. Hal ini dilakukan sebagai upaya menangani banjir rob atau masuknya air laut yang menggenangi daratan secara berkala bahkan permanen di Kota dan Kabupaten Pekalongan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan tanggul sudah mencapai 60%. Dirinya menargetkan tanggul ini bisa rampung pada akhir Desember 2019 mendatang. "Secara keseluruhan pengerjaan tanggul ini sudah 60%. Untuk penutupan tanggul sudah tertutup semua, banjir besar kemarin sudah tidak limpas, tetapi masih tipis jaraknya ke daratan," ujarnya saat ditemui di Pekalongan, Minggu (24/2/2019).

Basuki menjelaskan, nantinya banjir rob yang selama ini melanda Kabupaten dan Kota Pekalongan ini akan berkurang karena adanya tanggul rob sepanjang 7,2 kilometer. Apalagi nantinya tanggul rob akan ditinggikan lagi sebesar 60 sentimeter dari kondisi sekarang yang 2,4 meter dan akan dipasang pompa penyedot air.

"Untuk pompa, akan ada 10 pompa yang akan dipasang di sini, dengan kapasitas 20 meter kubik per detik, untuk mengurangi dampak banjir rob pada area seluas 35 ribu hektar. Pompa tersebut saat ini sedang dalam perjalanan lewat jalur laut menuju Pekalongan," katanya.

Menteri Basuki menyatakan, tanggul rob tersebut akan berupa tampungan air yang panjang atau long storage. Mengenai pembangunannya terbagi menjadi tiga paket, dilengkapi dengan rumah pompa untuk membuang air kembali ke laut.

"Biasanya polder itu berbentuk kolam, tetapi karena berada di wilayah permukiman kita buat long storage di mana pada bagian ujungnya kita taruh pompa," kata Basuki.

Sebagai informasi, pembangunan pengendali banjir dan rob Pekalongan terbagi menjadi tiga paket. Paket pertama dilakukan pekerjaan tanggul dan long storage sepanjang 2,85 kilometer dan lebar 30 meter, pekerjaan normalisasi dan parapet Sungai Mrican sepanjang masing-masing  enam kilometer dan 5,62 kilometer, pembangunan rumah pompa Mrican dan Rumah Pompa Silempeng dengan total lima unit pompa. Paket pertama dikerjakan kontraktor PT Bina Mitra Indosejahtera-PT Aset Prima Tama, KSO dengan pendanaan APBN 2017-2019 senilai Rp145,47 miliar. Saat ini progresnya sebesar 30,72%.

Paket kedua dilakukan pekerjaan tanggul dan long storage sepanjang 2,1 kilometer dan lebar 30 meter, pekerjaan normalisasi dan parapet Sungai Bremi dan Meduri sepanjang 4,46 kilometer, pembangunan rumah pompa Sengkareng sebanyak 2 unit pompa dan rumah pompa Bremi sebanyak delapan unit pompa. Paket kedua dikerjakan kontraktor PT PP (Persero)-PT SAC Nusantara, KSO dengan pendanaan APBN 2017-2019 senilai Rp193 miliar. Saat ini progresnya sebesar 17%.

Paket ketiga dilakukan pekerjaan tanggul dan long storage sepanjang 2,31 kilometer dan lebar 10 meter dan pembangunan rumah pompa sebanyak dua unit pompa. Paket ketiga dikerjakan kontraktor PT Hutama Karya (Persero) Wilayah IV dengan pendanaan APBN 2017-2019 senilai Rp127,5 miliar. Saat ini progres fisiknya sebesar 59%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone.com

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online