BPH Migas Pastikan B50 Lancar, Sopir Truk Tak Perlu Khawatir
BPH Migas menyebut distribusi B50 sejak 1 Juli 2026 berjalan lancar dan kendaraan dapat menggunakannya secara normal.
Pesawat Lion Air JT-714 saat tergelincir di Bandara Internasional Supadio, Pontianak. /Ist via Suara.com
Harianjogja.com, PONTIANAK-- Kecelakaan pesawat terjadi di Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (16/2/2019). Pesawat Lion Air JT-714 tergelincir saat hendak mendarat. Diduga, penyebab kecelakaan itu akibat cuaca buruk.
Humas Lion Air, Danang Mandala Prinhantono menjelaskan bahwa pesawat Lion Air JT-714 terbang dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banteng menuju Bandara Supadio, Pontianak pada pukul 15.30 WIB. Namun sesuai pesawat itu mendarat, pesawat mengalami keluar landas pacu (over run).
"Saat situasi ini terjadi, jarak pandang dilaporkan memenuhi persyaratan pendaratan dan kondisi hujan," kata Danang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (16/2/2019).
Meski sempat tergelincir, dia memastikan jika seluruh penumpang di pesawat itu selamat.
Setelah kejadian, Lion Air bekerjasama dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan proses evakuasi pesawat dan proses penanganan selanjutnya. Saat ini Lion Air bekerjasama dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan proses evakuasi pesawat dan langkah berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
BPH Migas menyebut distribusi B50 sejak 1 Juli 2026 berjalan lancar dan kendaraan dapat menggunakannya secara normal.
Festival Mustika Rasa di Jogja mendorong kedaulatan pangan melalui pemanfaatan bahan lokal dan lebih dari 1.000 resep kuliner Nusantara.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Menteri LH Moh Jumhur Hidayat menyebut industri kendaraan listrik berperan penting dalam upaya Indonesia mengejar target net zero emission 2060.
BPJS Ketenagakerjaan menargetkan kepesertaan pekerja informal mencapai 20% pada 2026 melalui strategi 3R dan penguatan literasi jaminan sosial.