Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Pesawat Lion Air JT-714 saat tergelincir di Bandara Internasional Supadio, Pontianak. /Ist via Suara.com
Harianjogja.com, PONTIANAK-- Kecelakaan pesawat terjadi di Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (16/2/2019). Pesawat Lion Air JT-714 tergelincir saat hendak mendarat. Diduga, penyebab kecelakaan itu akibat cuaca buruk.
Humas Lion Air, Danang Mandala Prinhantono menjelaskan bahwa pesawat Lion Air JT-714 terbang dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banteng menuju Bandara Supadio, Pontianak pada pukul 15.30 WIB. Namun sesuai pesawat itu mendarat, pesawat mengalami keluar landas pacu (over run).
"Saat situasi ini terjadi, jarak pandang dilaporkan memenuhi persyaratan pendaratan dan kondisi hujan," kata Danang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (16/2/2019).
Meski sempat tergelincir, dia memastikan jika seluruh penumpang di pesawat itu selamat.
Setelah kejadian, Lion Air bekerjasama dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan proses evakuasi pesawat dan proses penanganan selanjutnya. Saat ini Lion Air bekerjasama dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan proses evakuasi pesawat dan langkah berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.