Calon wakil presiden 02 Sandiaga Uno memberikan obat masuk angin Antangin kepada warga saat dialog di Kelurahan Mlilir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Rabu (6/2/2019)./JIBI-Solopos-Abdul Jalil
Harianjogja.com, MADIUN—Calon wakil presiden 02 Sandiaga Uno memberikan Antangin kepada warga yang berkeluh kesah mengenai persoalan hidup Kelurahan Mlilir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Rabu (6/2/2019) siang.
Sandiaga memberikan obat masuk angin cair itu sebagai obat pereda pening untuk sementara waktu. Musababnya, Sandiaga belum bisa memberikan kebijakan apapun terkait masalah-masalah yang dihadapi warga.
“Sekarang ini sampai 17 April saya enggak bisa menjanjikan apa-apa. Tapi warga ini memiliki kepeningan yang luar biasa. Jadi untuk sementara saya kasih Antangin,” kata Sandiaga kepada wartawan.
Mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini berharap setelah 17 April nanti ada perubahan dan masyarakat merasakan perubahan andaikata Prabowo-Sandi menang.
Dalam dialog tersebut, seorang warga Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Suyitno, mengatakan petani kesulitan air untuk menggarap sawah pada saat tertentu.
“Banyak petani yang merasakan kesulitan mencari air. Untuk itu nantinya infrastruktur ke depan harus bersentuhan dengan kepentingan rakyat yaitu petani,” ujar dia.
Warga lainnya yang ikut dialog juga mengeluhkan soal gaji guru honorer. Selama ini kesejahteraan guru honorer tidak pernah dipenuhi dan diperhatikan.
“Kalau nanti Prabowo-Sandi terpilih. Harus merevisi UU ASN. Ini supaya guru honorer bisa diangkat menjadi PNS tanpa tes,” kata pria asal Madiun itu.
Menanggapi permasalahan-permasalahan yang dikeluhkan, Sandiaga menjanjikan akan berpihak kepada petani dan masyarakat saat terpilih nanti. Untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah, ia menjanjikan infrastruktur ke depan akan difokuskan untuk pertanian.
“Guru honorer itu membuat saya terenyuh. Guru itu dijuluki pahlawan tanpa tanda jasa. Kami sudah melakukan kontrak politik dengan perwakilan guru honorer. Kami akan benar-benar melakukan sesuatu hal yang revolusioner,” kata Sandiaga menjawab keluhan tentang nasib guru honorer.
Sandiaga juga berjanji akan merevisi UU ITE karena dianggap telah membelenggu kebebasan berpendapat. Nantinya masyarakat bebas berpendapat di media sosial tanpa takut dipersekusi.
Dia juga menilai saat ini hukum harus ditegakkan. Jangan sampai hukum tajam di satu sisi, tetapi tumpul di sisi lain. Sandi mengungkapkan hukum bukan alat untuk menjatuhkan lawan atau menolong teman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Tags: