Sikomhati Diterapkan di SMAN 1 Seyegan untuk Cegah Bullying
Sikomhati.id karya Prof. Puji Lestari diterapkan di SMAN 1 Seyegan untuk memperkuat literasi digital dan mencegah bullying.
Sawah tergenang banjir./Antara
Harianjogja.com, KUDUS – Tanaman padi seluas 800 hektare tergenang banjir menyusul curah hujan tinggi, di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Akibatnya, petani setempat terancam gagal panen pada musim tanam (MT) pertama.
"Luas lahan tanaman padi yang tergenang banjir tersebut, merupakan hasil pendataan 29 Januari 2019," kata Pelaksana tugas Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Arin Nikmah di Kudus, Jumat (1/2/2019).
Ratusan hektare tanaman padi yang tergenang banjir tersebut, katanya, tersebar di lima kecamatan, yakni Mejobo, Jati, Kaliwungu, Jekulo, dan Undaan.
Untuk Kecamatan Mejobo terdapat 222 hektare lahan tanaman padi yang tersebar di tiga desa, yakni Temulus, Kirig, Payaman, Kesambi dan Jojo.
Sementara di Kecamatan Jati terdapat 206 hektare lahan tanaman padi yang tergenang, tersebar di Desa Jati Wetan, Jati Kulon, Loram Wetan, Loram Kulon, Jetis Kapusan, Pasuruhan Kidul, dan Tanjung Karang.
Di Kecamatan Kaliwungu yang tersebar di lima desa terdapat 156 hektare lahan yang tergenang banjir, kemudian Kecamatan Jekulo yang tersebar di empat desa terdapat 168 hektare sawah yang tergenang dan Kecamatan Undaan terdapat 48 hektare yang tersebar di tiga desa.
Dari ratusan hektare tanaman padi yang tergenang, potensi mengalami puso sekitar 532 hektare yang tersebar di lima kecamatan tersebut.
Potensi puso terluas terdapat di Kecamatan Jati dengan luas 183 hektare, disusul Kecamatan Mejobo seluas 153 hektare, Kecamatan Jekulo seluas 88 hektare, Kecamatan Kaliwungu seluas 67 hektare, dan Kecamatan Undaan seluas 41 hektare.
Ia mengatakan usia tanaman padi yang terendam tersebut, beravariasi antara 15 hari hingga 90 hari.
Sementara ketinggian genangan banjir, katanya, juga bervariasi karena ada yang sampai 150 sentimeter.
Terkait dengan ancaman puso, kata dia, sepanjang genangan tidak segera surut, maka tanaman padi petani terancam puso karena tanaman tersebut hanya bisa bertahan dalam jangka sepekan.
Supaan, salah seorang petani asal Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan mengakui, tanaman padinya di lahan seluas 5.000 meter persegi terendam banjir dan banyak yang roboh akibat tertiup angin kencang.
"Beruntung, genangan banjir tidak tinggi sehingga bisa ditunggu hingga mencapai usia panen," ujarnya.
Karena terlalu banyak air, dia memastikan, harga jualnya juga akan turun karena kualitas gabahnya tentu menurun karena kandungan airnya terlalu tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sikomhati.id karya Prof. Puji Lestari diterapkan di SMAN 1 Seyegan untuk memperkuat literasi digital dan mencegah bullying.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam
Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap II pada 17 Agustus 2026. Sebanyak 33,24 juta keluarga akan menerima 30 kg beras untuk alokasi tiga bulan