Akbar Tanjung Tegaskan Golkar Tak Menuntut Kursi Menteri

Sunartono
Sunartono Rabu, 30 Januari 2019 21:57 WIB
Akbar Tanjung Tegaskan Golkar Tak Menuntut Kursi Menteri

Akbar Tanjung saat menghadiri dialog Partai Golkar di Kota Jogja, Rabu (30/1/2019). /Harian Jogja-Sunartono.

Harianjogja.com, JOGJA - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung memberikan komentarnya terkait Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akan meminta jatah 10 kursi menteri jika Jokowi - Ma\'ruf Amin menang dalam Pilpres 2019 ini. Akbar menegaskan, Partai Golkar tidak akan meminta-minta jatah menteri, karena keputusan itu merupakan sepenuhnya hak prerogatif presiden terpilih.

"Kami tidak ada permintaan-permintaan kursi, kami yakin kepada tema-tema perjuangan, prinsip-prinsip perjuangan dan program yang direncanakan beliau [Jokowi - Ma\'ruf Amin] jika terpilih, itulah yang kami sampaikan. Kami tidak mikir berapa-berapa kursi biar beliau sajalah," ucap Akbar di sela-sela Dialog Partai Golkar di Kota Jogja, Rabu (30/1/2019).

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat menemui Jamaah Muslimat NU di Kompleks DPR RI, Minggu (27/1/2019) menyampaikan harapannya agar ada 10 menteri dari kalangan NU yang masuk ke pemerintahan.

Akbar menegaskan, dari sisi sumber daya manusia, Partai Golkar memiliki banyak stok menteri di berbagai bidang. Sehingga secara prinsip Golkar selalu siap jika pada Pilpres 2019 Jokowi menang dan meminta SDM dari Golkar untuk menjadi menteri. Namun pihaknya sama sekali tidak menuntut menteri harus dari partai Golkar dengan jumlah tertentu. Ia sepakat soal pemilihan menteri menjadi kewenangan presiden yang tidak boleh diganggu.

"Kalau dari kami selalu siap dengan orang yang berkompeten menduduki jabatan menteri. Karena di partai kami kualitas SDM bagus. Tetapi, itu [pemilihan menteri] sepenuhnya hak prerogatif presiden, kita tidak boleh menganggu hak prerogatif presiden," katanya.

Akbar mengatakan jika partai terlalu menuntut jumlah menteri dikhawatirkan menjadi tidak baik ketika dalam perjalanan menjalankan tugas di kementerian justru tidak mampu bekerja dengan baik. Oleh karena itu, Golkar tidak akan menuntut jumlah menteri.

"Kami menghormati presiden terpilih ya insyaallah, kami juga menghormati, kami menghormati hak prerogatif presiden, kami tidak menuntut. Kami tidak menuntut seperti yang disampaikan PKB itu ya," katanya.

Akbar Tanjung memastikan Golkar sepenuhnya mendukung Capres dan Cawapres Nomor urut 01 dalam hal ini Jokowi - Ma\'ruf Amin. Alasannya karena slogan kerja, kerja, yang dimiliki Jokowi sejalan dengan Partai Golongan Karya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online