Gempa M6,3 Guncang Jepang Timur Laut Malam Ini
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Yusril Ihza Mahendra./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA--Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra telah menyatakan bahwa partainya akan mendukung paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma\'ruf dalam Pilpres 2019 mendatang.
Menurutnya, keputusan dukungan politik itu diambil dari hasil musyawarah besar yang dilakukan dalam rapat pleno DPP PBB pada 19 Januari 2019 lalu.
"Walaupun harus menempuh proses jalan panjang dan berliku alhamdulillah kesepakatan dicapai. Setelah menimbang berbagai hal kami telah memutuskan memberikan dukungan politik kepada capres nomor urut 01 Jokowi-Maruf," kata Yusril dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PBB di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Minggu (27/1/2019).
Pernyataan partai yang dibacakan oleh Yusril itu pun langsung disambut tepuk tangan meriah dari para anggota partai yang hadir dalam acara. Meskipun PBB secara resmi memberikan dukungan terhadap Jokowi-Maruf, PBB tak menghalangi keputusan para anggota untuk memilih pasangan capres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.
Dia pun meminta agar perbedaaan pandangan politik itu tak memecah kepengurusan PBB. "Harapan saya sebagai pimpinan, janganlah perbedaan ini memecah belah," ungkap Yusril.
Menurutnya, PBB memberikan ruang terhadap seluruh anggota partai dan fungsionaris partai untuk menentukan pilihan masing-masing. Namun, dukungan terhadap pasangan capres selain yang ditetapkan oleh partai merupakan bentuk dukungan pribadi dan tidak mengatasnamakan partai.
Yusril meminta kepada seluruh anggota partai untuk dapat menghormati segala perbedaan yang ada. Ia pun meminta agar perbedaan dukungan tidak menjadi pemecah belah internal partai. "Keputusan bulat yang harus ditunaikan dengan tetap menghargai perbedaan pendapat di antara anggota partai," kata dia.
Menanggapi keputusan itu, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengendus adanya perpecahan di kubu PBB . Namun demikian, Sandi mengaku tidak ambil pusing dengan pilihan PBB dalam pilpres 2019, menurutnya semua partai bebas menentukan pilihan.
"Masyarakat maupun partai bebas untuk menentukan pilihannya dan kita hormati keputusan tersebut namun kami yakin dengan 80 hari tersisa aroma perubahan ini semakin terasa," kata Sandi di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2019).
Menurutnya, aroma perpecahan arah dukungan politik itu terasa ketika dirinya bertemu kader PBB di beberapa daerah. Dia menganggap ada sebagian kader PBB yang tidak sepakat dengan sikap politik para petinggi partai termasuk Yusril Ihza Mahendra selaku ketua umum.
"Jadi ada diskoneksi. Kami kemarin di Madura khususnya di Pamekasan. Temen temen PBB di sana menyatakan dukungan dan tadi juga kami di Bangkalan beberapa teman-teman PBB. Jadi ada sebuah diskoneksi antara elit dan akar rumput," jelas Sandiaga.
Namun, dia menganggap, adanya ada perbedaaan dukungan di internal PBB merupakan hal yang lazim. Dia pun mengaku memilih untuk fokus menarik suara rakyat mengingat pemilu presiden tinggal 80 hari lagi atau tepat pada 17 April 2019.
"Kita hormati keputusannya tapi kita akan terus bekerja keras dalam 80 hari ke depan. Kita yakin masyarakat sudah sangat ingin perubahan khususnya di bidang ekonomi," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Dinas Kebudayaan Bantul mengajak 400 pelajar dan komunitas mengikuti program belajar keliling museum sepanjang 2026.
Samsung Galaxy A07 4G jadi HP Android terlaris dunia kuartal I/2026 versi Counterpoint, ungguli banyak pesaing di pasar global.
Ratusan warga Muhammadiyah dan masyarakat gotong royong membongkar atap MTsM 4 Sambungmacan Sragen yang ambruk.
Persib Bandung wajib meraih kemenangan atas PSM Makassar demi menjaga peluang juara Super League 2025/2026.
Bulog DIY optimistis target serapan gabah 2026 tercapai sebelum Juni di tengah panen raya dan antisipasi dampak El Nino.