19 Orang Tewas Akibat Bom di Dekat Gereja Katolik di Filipina

Newswire
Newswire Minggu, 27 Januari 2019 13:37 WIB
19 Orang Tewas Akibat Bom di Dekat Gereja Katolik di Filipina

Ilustrasi bom,/JIBI

Harianjogja.com, FILIPINA--Ledakan bom terjadi di sebuah gereja Katolik di Filipina, Minggu (27/1/2019). Dari peristiwa itu, sekitar 19 orang dikabarkan tewas. 

Dilansir dari kantor berita AFP, ledakan bom terjadi sebanyak dua kali. Ledakan pertama terjadi di dekat gereja katolik di Jolo saat misa berlangsung.

Ketika petugas keamanan mengamankan area ledakan, bom kedua kembali meledak. Dalam peristiwa tersebut warga sipil dan petugas keamanan menjadi korban.

Ledakan bom yang terjadi di wilayah Jolo itu terjadi setelah penduduk setempat mendukung wilayah otonom baru di Filipina Selatan dengan harapan bisa mengakhiri pemberontakan separatis yang telah menewaskan ratusan orang.

Namun, ada kelompok yang tidak terima dengan aksi dukungan tersebut. Untuk diketahui juga, wilayah Jolo memang telah lama diusik oleh geriliawan Abu Sayyaf yang diketahui sebagai organisasi teroris.

"Sudah pasti terorisme . Orang-orang ini tidak menginginkan perdamaian. Peristiwa ini terjadi saat undang-undang Bangsamoro diratifikasi," kata Juru bicara militer Filipina Letnan Kolonel Gerry Besana.

Jolo adalah wilayah yang berada di Bangsamoro dimana penduduknya mayoritas muslim. Mereka menyetujui Bangsamoro dijadikan wilayah otonom dengan harapan bisa menciptakan perdamaian dan pembangunan di Filipina Selatan.

Namun, beberapa kelompok menilai bahwa penetapan wilayah otonom itu hanya akan menimbulkan kecemburuan sosial.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : suara.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online