Gempa Aru 6,6 SR Jadi 5,9 SR, Pakar: Pemutakhiran Dapat Saja Terjadi

Newswire
Newswire Minggu, 27 Januari 2019 10:17 WIB
Gempa Aru 6,6 SR Jadi 5,9 SR, Pakar: Pemutakhiran Dapat Saja Terjadi

Foto udara rumah-rumah warga yang hancur akibat gempa 7,4 skala Richter di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). /Antara-Hafidz Mubarak

Harianjogja.com, JOGJA--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan kekuatan gempa Kepulauan Aru, Maluku, Sabtu (26/1/2019) sore. BMKG awalnya merilis kekuatan gempa 6,6 skala Richter (SR), kemudian dimutakhirkan menjadi 5,9 SR.

Merespon hal itu, Pakar Mitigasi Bencana Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno menjelaskan, bila pemutakhiran informasi itu dapat saja terjadi lantaran pengambilan keputusan berdasarkan data yang sudah terkumpul.

Eko menekanan meski peringatan genpa pertama tidak akan membuat kegelisahan masyarakat tetapi justru membuat waspada harus lebih siap.

“Yang harus dipahami, pertama, kita di kawasan rawan gempa atau tsunami atau tidak. Kalau di kawasan rawan gempa atau tsunami, karena di sempadan pantai misalnya, kita harus siap kalau ada gempa yang berpotensi hadir,” imbuh dia.

Oleh karena itu, Eko menegaskan bila ada ancaman bencana pertama harus paham potensi bahaya dan risikonya. Kedua, punya kesadaran memantau dan ketiga punya punya kesadaran dan kemampuan menyebarluaskan informasi.

“Keempat, punya kemauan dan kemampuan merespon. Kesadaran dan kemampuan memantau itu penting. Biar engga salah langkah,” tandas dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : okezone.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online