Fajar/Fikri Back to Back Juara China Open usai Menang Dramatis
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Kapal penumpang tenggelam di Selayar./Ist via Okezone
Harianjogja.com, KAPUAS HULU - Sebanyak 12 korban kapal penyeberangan yang tenggelam di Sungai Kapuas, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat ditemukan tewas. Pada hari ketiga pencarian ini, Tim SAR Gabungan sudah menemukan 12 korban hilang pasca kapal karam di Desa Nanya Seberuang di perairan antara Dermaga PT Berlian Estate dengan Dermaga PT SJRE (Apeng), Sabtu (19/1/2019).
Kepala Kantor SAR Pontianak, Hery Marantika mengungkapkan, sejak pukul 06.00 WIB, Tim SAR Gabungan yang berjumlah 127 personel sudah mulai melakukan pencarian di sepanjang alur Sungai Kapuas, Kecamatan Semitau. Tim yang dibagi menjadi tiga sektor ini menyisir permukaan sungai dengan radius 15 kilometer.
"Pencarian juga akan dilakukan dengan penyelaman. Jika kondisi memungkinkan atau ada tanda-tanda. 20 menit melakukan pencarian, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban kesembilan, atas nama Marianus Bosko Titus Farera," kata Hery, Selasa (22/1/2019).
Pria 33 tahun itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia 200 meter sebelah hilir dari lokasi tenggelamnya kapal motor nahas tersebut. "Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sejiram," ujarnya.
Pukul 09.00 WIB, korban kesepuluh atas nama Maria Dolorosa berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan. Perempuan 33 tahun ini juga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekira 200 meter dari lokasi kapal motor tenggelam.
Penyisiran kembali membuahkan hasil, pukul 10.40 WIB korban ke-11 dan 12 atas nama Yohana Bhoki, 28, dan Emanuel Tuga, 24, juga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Para korban juga dievakuasi ke Puskesmas Sejiram.
"Dengan ditemukannya dua korban terakhir. Maka, jumlah korban yang meninggal dalam kecelakaan motor air ini berjumlah 12 orang. Sehingga total korban meninggal dalam peristiwa tersebut berjumlah 13 orang dan 11 orang selamat," ujar Hery.
Sehari sebelumnya, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dua korban atas nama Roni Veronika Nata (33) dan Julio (6 bulan). Kedua korban ini ditemukan sekira 3,2 kilometer dari arah hilir lokasi kapal tenggelam.
Selang 2,5 jam, Senin kemarin, tepatnya pukul 12.40 WIB, Tim SAR Gabungan kembali berhasil menemukan satu korban lagi atas nama Alfonsia Halina (41). Korban ketiga ini juga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekira 1,5 kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal nahas tersebut. Disusul penemuan lima korban lainnnya.
Seperti diketahui, kapal penyeberangan ini membawa 24 orang. Kapal tenggelam tepat berjarak 10 meter sebelum sampai di dermaga tujuan. Saat karam, seorang penumpang langsung ditemukan meninggal, 11 selamat dan 12 hilang. Sembilan sepeda motor pun ikut tenggelam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.