Ilustrasi hujan (Reuters-Carlo Allegri)
Harianjogja.com, JAKARTA – Wilayah Indonesia saat ini masuk musim hujan. Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan tentang ancaman hujan.
BMKG mengidentifikasi adanya massa udara dingin dari Asia menjalar masuk ke wilayah Selat Karimata, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, dan massa udara basah dari Samudra Hindia memasuki perairan Barat Bengkulu, Selat Sunda, Lampung, Jawa, Bali, NTB hingga NTT.
Selain itu, adanya pusat tekanan rendah di Samudra Hindia Selatan Jawa dan adanya beberapa sirkulasi angin yang dapat membentuk pola konvergensi/area pertemuan angin yang memanjang dari wilayah perairan barat Sumatera, Jawa hingga Laut Banda.
“Area pertemuan angin ini juga akan mendukung pertumbuhan awan hujan yang signifikan,” kata Deputi Bidang Metereologi BMKG, Mulyono R. Prabowo, dalam siaran persnya (17/1/2019) siang ini.
Pola angin Baratan yang kuat, lanjut Mulyono, mengindikasikan saat ini wilayah Indonesia memasuki puncak musim hujan.
“Kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dalam periode beberapa hari ke depan di sekitar wilayah Indonesia,” jelas Mulyono sebagiamana dilansir Setkab.go.id.
Ia menyebutkan beberapa daerah yang berpotensi mengalmi hujan lebat diserta kilat/petir dan angina kencang itu antara lain: 1. Riau; 2. Kep. Riau; 3. Sumatera Barat; 4. Bengkulu; 5. Jambi; 6. Sumatera Selatan; 7. Bangka Belitung; 8. Lampung; 9. Banten; 10. DKI Jakarta; 11. Jawa Barat; 12. Jawa Tengah; 13. D.I. Yogyakarta; 14. Jawa Timur; 15. Bali; 16. NTB; 17. NTT; 18. Kalimantan Tengah; 19. Kalimantan Selatan; 20. Kalimantan Timur; 21. Sulawesi Selatan; 22. Sulawesi Tenggara; 23. Maluku; 24 Papua Barat; dan 25. Papua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Tags: