Perlinsos Digital, Pemerintah Targetkan 50 Persen Penduduk Terdata
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 50 persen penduduk Indonesia masuk sistem Perlinsos Digital hingga Desember 2026.
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar Ngabalin./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Ali Mochtar Ngabalin meminta calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk memberikan data terkait tudingan adanya mantan presiden yang diinteli.
"Mantan presiden siapa sih yang merasa? Siapa mantan presiden yang merasa diinteli? Jangan buat berita bohong," kata Ngabalin ditemui di Jakarta, Selasa (15/1/2019),.
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) ini mengatakan Kantor Staf Presiden, sesuai perintah Presiden, dapat melakukan pelacakan jika ada mantan presiden yang menjadi objek pengawasan intelijen.
Politikus Partai Golkar itu juga mengajak politisi untuk memberikan data dan fakta yang valid saat berpidato di masyarakat.
"Pemerintah sedang mempersiapkan pelaksanaan pemilu secara serentak dengan damai, dengan baik, dengan penuh keceriaan dari rakyat Indonesia," demikian Ngabalin.
Dia juga menegaskan akan menghadapi pihak-pihak yang kerap menebar berita bohong maupun fitnah terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada masa pemilihan presiden 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 50 persen penduduk Indonesia masuk sistem Perlinsos Digital hingga Desember 2026.
Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dan penguasaan teknologi.
Densus 88 menangkap 11 tersangka terorisme di enam provinsi. Mereka diduga terkait jaringan Daulah Islamiyah dan menjalani pelatihan.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Hyundai membatalkan peluncuran Ioniq 3 di Australia karena biaya impor tinggi. Harga mobil listrik itu dinilai sulit bersaing.
JNE mendukung kolaborasi MANDALAS dan Yayasan Habibie & Ainun melalui koleksi batik “Menemani” dalam menyambut Hari Batik Nasional 2026.